Bahaya Pembelian Obat Online Dan Risikonya!

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Saat ini membeli barang-barang secara online memang menjadi alternatif yang menyenangkan bagi sebagian orang di dunia. Tidak perlu repot berdesakkan, antri dan sebagainya untuk membeli pakaian, sepatu, hingga barang elektronik. Namun yang perlu diperhatikan, sebaiknya tidak untuk membeli obat-obatan secara online.

Kepala Sub Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Distribusi Produk Terapetik, Direktorat Produk Pengawasan Terapetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Eka Purnamasari mengatakan, obat yang dijual online tidak jelas sumber produksinya. Dalam diskusi media di Jakarta, Eka mengatakan, "Di online enggak ada yang bertanggungjawab kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau di penjualan resmi bisa ditanyakan ke apoteker," katanya.

Selain itu, pembelian obat secara online juga memiliki keterbatasan didalam informasi yang dibutuhkan konsumen. Misalnya, mengenai cara aturan pakai yang semestinya atau berapa dosis yang dikonsumsi. Yang lebih fatal jika obat yang di beli tidak tepat untuk mengatasi penyakit yang diderita oleh pembeli.

Calon konsumen juga dapat dirugikan jika ternyata obat yang dibelinya adalah obat palsu. Risiko yang bisa diderita akibat obat palsu antara lain, penyakit yang diderita tidak kunjung sembuh atau bahkan menimbulkan infeksi bakteri, hingga kematian.

Eka juga menambahkan, jalur distribusi obat secara online juga belum dilegalkan. "Jalur distribusi obat itu dari industri farmasi ke pedagang besar, lalu ke sarana pelayanan, seperti apotek," ujarnya. BPOM harus terlibat dalam pengawasan operasi penjualan obat secara online, jika ada penjualan obat secara online yang meresahkan, BPOM akan merekomendasikan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menutup situs penjualan obat online tersebut. [Did/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response