Babinsa Koramil Sumbang Dan Petugas Medis Adakan Tracing Ke Sejumlah Warga

 

Matamatanews.com, BANYUMAS - Tracing sama pentingnya dengan penerapan perilaku 5M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas). Kedua hal tersebut merupakan upaya untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Hanya saja, pemahaman tentang praktik Tracing perlu ditingkatkan di masyarakat, mengingat mereka lebih mengenal 5M yang kampanyenya gencar dilakukan.

Terkait Hal Tersebut Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra, S.E., M.I.Pol., melalui Danramil 05/Sumbang Lettu Cba Lulus Susedyo mengatakan, 5M banyak membicarakan tentang peran sebagai individu. Sementara Tracing katanya, merupakan penelusuran kontak erat pasien yang terpapar virus corona. 

Seperti halnya yang dilakukan Babinsa Koramil 05/Sumbang  dan petugas medis dari Puskesmas Sumbang, mereka tidak mengenal lelah bersinergi dengan Bhabinkamtibmas menyusuri lingkungan di desa binaannya. Dengan kesabaran para petugas tersebut memberikan edukasi dan sosialisasi  terkait pentingnya protokol kesehatan. 

Danramil mengungkapkan, pemeriksaan dini menjadi penting agar bisa mendapatkan perawatan dengan cepat dan tepat. Tak hanya itu lanjut Danramil, dengan mengetahui lebih cepat, bisa menghindari potensi penularan ke orang lain.

Menurutnya, pelacakan dilakukan pada kontak terdekat pasien positif COVID-19, setelah diidentifikasi oleh petugas kesehatan, mereka harus melakukan isolasi atau mendapatkan perawatan lebih lanjut. 

“Seandainya ketika dilacak si kontak erat ditemukan tidak ada gejala, maka orang tersebut harus melakukan isolasi mandiri di rumah dengan prokes yang ketat atau di fasilitas yang telah ditunjuk pemerintah. Sebaliknya, jika orang tersebut menunjukkan gejala, maka para petugas kesehatan akan memberikan perawatan di rumah sakit yang sudah ditunjuk pemerintah. Setiap orang harus mengambil peranan untuk memutus rantai dengan berpartisipasi kooperatif menerapkan prokes 5M," ujarnya.

Danramil juga mengemukakan bahwa masih adanya masyarakat yang tidak paham mengenai Tracing, mereka hanya mengaku paham 5M. 

"Artinya, masih ada masyarakat yang menganggap perilaku 5M dan Tracing adalah dua hal yang terpisah padahal kenyataannya justru keduanya merupakan satu paket dalam memutus mata rantai penularan COVID-19," tambahnya 

Lebih lanjut Danramil mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang menghambat pelaksanaan Tracing  adalah ketakutan atas stigma masyarakat bahwa orang yang dinyatakan terpapar virus corona akan dikucilkan oleh lingkungannya. Untuk itu menurutnya, perlu diadakan edukasi dan himbauan kepada masyarakat agar mereka tidak mengucilkan pasien positif COVID-19, namun memberikan dukungan dan keprihatinan, agar stigma negatif di mata publik bisa menghilang.

"Jadi, dengan perilaku pola hidup bersih dan sehat serta 5M sama pentingnya dan satu kesatuan. Kita berupaya memutus mata rantai penularan COVID-19 dengan cara melindungi diri dan melindungi sesama," harap Danramil. (Jack Hend)

redaksi

No comment

Leave a Response