Awas,Obat Psikotropika Tanpa Resep Beredar

 

matamatanews.com-JAKARTA—Maraknya peredaran obat psikotrapika tanpa resep dokter dikalangan remaja, membuat sejumlah praktisi kesehatan prihatin.Obat tersebut mudah diperoleh dari apotek maupun toko obat pinggir jalan. Padahal,menurut Undang-undang nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika , secara garis besar obat-obatan tersebut tidak dapat dijual bebas.Kenapa? Karena psikotropika  adalah  suatu zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan bukan narkotika yang berkhasiat melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental perilaku.

Dampak dari penggunaan obat golongan psikotropika ini,selain menimbulkan efek ketergantunga,juga dapat mengakibatkan gangguan fisik dan fisikologis ,karena merusak sistem saraf pusat. Sedangkan dampak sosialnya, dapat mengganggu mental,antisosial dan asusila, hingga pendidikan . Selain itu, membuat masa depan menjadi suram.

Berikut beberapa contoh obat golongan psikotropika yang banyak dikonsumsi dikalangan remaja,seperti Alprazolam, Riclona,Dumolid, dan Tramadol . Untuk itu, pengawasan ketat sangat dibutuhkan terhadap peredaran obat tersebut.” Obat-obat tersebut sangat berbahaya bila tidak dilengkapi dengan resep dari dokter.Karena efeknya akan terasa bagi kesehatan,untuk itu pihak apotek harus ketat dan tegas melayani konsumen obat jenis tersebut,” jelas  Murdiyah Sulistyoningsih ,pemerhati masalah kesehatan dan sosial kepada matamatanews.

Untuk itu,kata Murdiyah lebih lanjut,sudah saatnya pemerintah turun tangan untuk melakukan penertiban dan pengawasan ketat agar masyarakat terlindungi dari praktik peredaran obat tanpa resep dokter.” Karena dampaknya berbahaya kesehatan,apalag bila dikonsumsi kalangan remaja akan bagaimana masa depan genarasi kita di masa mendatang,”tegas Murdiyah. (Aditya/samar)

 

sam

No comment

Leave a Response