Awas, Penyalahgunaan Dana Desa, Kades dan Perangkat Desa Terancam Pidana

 

Matamatanews.com, KARAWANG—Adanya kelonggaran dalam ketersediaannya Dana desa oleh Pemerintah Pusat kepada unsur pemerintah dibawah bisa menjadi berkah atau justru menjadi musibah bagi pelaksana dilapangan.

Bagaimana tidak , dengan adanya kelonggaran pengelolaan anggaran yang diberikan kepada Pemerintah Desa melalui program Dana Desa yang telah berjalan beberapa tahun terakhir ini ,diharapkan benar benar bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat ,taraf kehidupan sosial masyarakat serta fasilitas umum yang mendukung kegiatan perekonomian.

Namun sayang , adanya kelonggaran dan jumlah keuangan yang bisa dibilang fantastis didistribusikan kepada Pemerintah Desa , terkadang tidak sedikit Kepala Desa maupun perangkat nya tersandung kasus penyalahgunaan Dana Desa .

Ini lah yang berawal akan menjadi berkah justru jadi musibah . Dewasa ini tidak hanya kasus penyalahgunaan dana dalam jumlah besar yang bisa dikasuskan ,nominal kecil sekalipun jika tidak singkron dalam hal pelaporan keuangan bisa jadi petaka bagi para kades.

Salah satu kasus yang baru baru ini ,terjadi di daerah Pandeglang ,Banten. Dimana ada seorang Kades tersandung kasus dugaan penyalahgunaan Dana desa senilai Rp 569 juta . Dan ironisnya  sebagian dan tersebut teryata digunakan untuk keperluan berobat ketika Kades ini sakit.

Adalah Ahmad Rifani ,Mantan Kades Senang Sari yang kini tengah dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun ,oleh karena kasus tersebut.Ini bisa menjadi Pelajaran bagi seluruh Kades dan Perangkat desa untuk lebih berhati-hati dan amanah dalam penggunaan dana desa.

Dan juga ,dengan adanya kekuasaan wilayah yang dimiliki bukan berarti bisa berbuat sewenang-wenang dan melakukan kebijakan berdasarkan pmkiran sendiri untuk kepentingan pribadi.(Ros)

redaksi

No comment

Leave a Response