Awas, Jangan Tertipu Dengan Makelar Kasus yang Mengaku Anggota BIN

 

Matamatanews.com, JAKARTA— Selasa  23 Juli 2019 lalu dua orang mengaku anggota Badan Intelijen Negara (BIN) gadungan, Imam Supeno dan Sunarto  ditangkap Polresta Sidoarjo, Jawa Timur. Berkal surat tugas khusu,Imam menyuruh Sunarto untuk melakukan perekrutan terhadap sejumlah orang untuk dijadikan anggota Bin, yang tentu saja tidak gratis dan harus membayar sekian juta rupiah.

Imam ,sang anggota Badan Intelijen Negara (BIN) gadungan yang mengaku berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) itu akhirnya ditangkap polisi. Ia ditangkap bersama anak buahnya setelah melakukan perekrutan puluhan orang di Jawa Timur.Dari penelusuran Matamatanews.com, kedua anggota BIN gadungan ini ditangkap Polresta Sidoarjo, Jawa Timur setelah adanya laporan dari masyarakat bahwa keduanya mengaku anggota BIN.

Berbekal informasi tersebut, akhirnya pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan mendapati nama Irjen Pol Bambang Supeno yang memiliki nama asli Dhofir, warga Jl.Bhayangkara Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa,Kabupaten Bandar Kampung.Dari informasi yang didapat, Imam alias Bambang Supeno berhasil merekrut Sunarto, warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, kemudian Sunarti diberikan kartu anggota BIN dan surat tugas khusus sebagai anggota BIN, setelah ia membayar Rp 11.500.000 (sebelas juta lima ratus ribu).

Nah, berbekal surat tugas khusus itulah, Imam memerintahkan Sunarto untuk melakukan perekrutan terhadap sejumlah orang untuk dijadikan anggota BIN dengan syarat harus menyetorkan sejumlah uang sekian juta.Sunarto berhasil merekrut 4 orang anggota BIN gadungan baru, sedangkan Imam lebih banyak lagi melakukan perekrutan.

Dari hasil penyelidikan, ternyata tersangka Imam berhasil menipu 24 orang untuk dijadikan anggota BIN,seperti Sunarto.”Dan korbannya selalu dimintai sejumlah uang dengan alasan untuk memuluskan menjadi anggota BIN gadungan,” jelas sumber ini kepada Matamatanews.com, Kamis (19/12/2019) kemarin di bilangan Jakarta.

Sumber ini menyebutkan untuk meyakinkancalon anggota BIN baru, tersangka Imam selalu menunjukan kartu anggota BIN berpangkat Inspektur Jenderal.”Ia juga seringperlihatkan surat tugas khusus sebagai anggota BIN agar korbannya lebih yakin . Dia juga selalu membawa pistol revolver yang ternyata setelah ditangkap polisi senjatanya itu softgun, bukan  pistol asli.”

Meski Bambang Supeno dan Sunarto yang mengaku anggota BIN gadungan telah diamankan polisi, namun perbuatan kedua tersangka tersebut rupanya dijadikan inspirasi oleh seseorang yang kerap mengaku mampu menyelesaikan dan mengurus berbagai masalah,terutama bagi orang yang sedang tersandung perkara atau hukum.

Sumber ini menyebutkan,bahwa modus yang dilakukan orang tersebut adalah mengaku kenal dan dekat dengan sejumlah pejabat penting negara, baik di Kepolisian, Kejaksaan Agung (Kejagung), maupun Mahkamah Agung (MA), bahkan tak segan-segan mengaku sebagai anggota BIN demi memuluskan niatnya.

“Kalau hanya sekedar mengaku dari instansi atau lembaga ,seperti BIN tapi tidak merugikan orang lain kemungkinan kita bisa maklumi mungkin orang ini hobinya pamer saja. Tapi kalau sudah berani mengaku dan mengatakan bisa mengurus ini-itu dan kenal sejumlah pejabat penting negara, tapi ujungnya merugikan itu artinya penipuan dan harus dilakukan tindakan hukum.Apalagi orang tersebut sudah menjanjikan sesuatu dan sudah  mengambil sesuatu,tapi hasilnya tidak ada alias nol besar”, jelas  sumber ini ketika ditemui dibilangan Jakarta Selatan ,Kamis (19/12/2019) kemarin.

Sumber ini berharap agar orang-orang yang merasa telah dirugikan mengambil langkah hukum dengan cara melaporkan yang bersangkutan kepada pihak kepolisian agar diambil tindakan hukum sesuai perbuatannya.

“Karena cara-cara yang dipertontonkannya tidak jauh berbeda dengan makelar kasus alias markus , yang kerjanya hanya menjual nama pejabat bahkan berani mengaku sebagai anggota intelijen,meski kebenarannya perlu dibuktikan,” tegas sumber ini dengan nada tinggi yang sesekali diwarnai tawa panjang bercampur geram.

Akankah kasus Bambang Supeno alias Imam Dhofir dan Sunarto yang mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN) gadungan itu  terulang kembali kepada orang ini yang juga kerap mengaku sebagai anggota intel dan mampu mengurus berbagai kasus?Entahlah,hanya Tuhan dan mereka yang tahu.*(cam)

 

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response