Austria Keluarkan Larangan Qur’an Dan Cadar

 

Matamatanews.com, WINA – Setelah mengeluarkan Undang-Undang terkait larangan penggunaan pakaian yang menutupi wajah dan distribusi Al-Qur’an di depan umum, kini pemerintah Austria mendapatkan banyak kritikan dari berbagai kalangan.

Seperti yang dilansir Anadolu, Ketua Komunitas Islam Austria Ibrahim Olgun mengatakan Undang-Undang tersebut tidak akan membawa kebaikan bagi Austria. Menurut Ibrahim, keputusan tersebut bertentangan dengan kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Selain itu, Daily Sabah melansir, “Larangan tersebut ialah sebuah intervensi terbuka terhadap urusan internal kita, membatasi distribusi Al-Qur’an berarti mengganggu urusan internal kita,” terang Ibrahim.

Sementara itu, Fatih Karakoca yang merupakan Kepala Uni Demokrat Eropa Turki (UETD) mengatakan bahwa Undang-Undang tersebut akan membuat kehidupan umat Islam menjadi sulit.

Fatih menambahkan, “Jelas bahwa cakupan larangan ini, yang mereka klaim menentang radikalisme akan berkembang lebih jauh dan akan membuat kehidupan umat Islam yang tinggal di sini menjadi sulit, jadi kami tidak dapat menerima parangan yang menyebabkan perpecahan di masyarakat”.

Ketua Parlemen dari Komisi Intervensi Hak Asasi Manusia, Mustafa Yeneroglu ikut mengkritik larangan tersebut dan mengatakan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan nalar.

Mulai bulan Oktober nanti, orang-orang yang mengenakan cadar di depan umum akan dikenai denda 150 Euro atau setara dengan 166 USD. Selain itu, Undang-Undang tersebut juga melarang penyebaran Al-Qur’an dan mewajibkan seluruh imigran di negara Austria untuk berpartisipasi dalam tahun-tahun integrasi di mana mereka belajar bahasa dan etika Jerman.

Seperti yang diketahui, Populasi umat Islam di negara Austria menduduki urutan kedua keyakinan yang paling banyak dianut. Sekitar 7 persen dari total penduduk Austria atau sekitar 600.000 orang memeluk agama Islam. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response