Aung San Suu Kyi Tetap Bungkam

 

Matamatanews.com, RAKHINE – Penasihat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi tetap tidak mengeluarkan pernyataan resmi terkait aksi kekerasan yang dilakukan pihak militer kepada etnis Rohingya di negara bagian Rakhine. Sikap tokoh demokratis peraih Nobel Perdamaian yang tetap memilih diam akhirnya menuai banyak kritikan dari berbagai lembaga pemerhati HAM.

Berdasarkan laporan dari Human Rights Watch (HRW) menyatakan sebanyak 1.250 rumah warga Rohingya yang terletak di lima desa negara bagian Rakhine, Myanmar, sudah rata dengan tanah akibat hancur terbakar dan serangan dari pihak militer.

Selain itu, berdasarkan laporan dari Reuters, sebanyak 86 warga tewas dan 30 ribu warga melarikan diri akibat aksi kekerasan yang dilakukan oleh pihak militer. aksi kekerasan tersebut terjadi akibat serangan pada pos polisi Myanmar yang menewaskan 9 orang aparat pada tanggal 9 Oktober lalu. Kemudian Pemerintah Myanmar menuding teroris Rohingya berada di balik serang tersebut, namun belum ada bukti yang jelas terkait aksi itu.

Suu Kyi yang merupakan pemimpin bayangan Myanmar yang mengklaim kedudukannya berada di atas Presiden Htin Kyaw, hingga kini belum mengeluarkan pernyataan apapun terkait aksi kekerasan tersebut.

Perwakilan Perserikan Bangsa-Bangsa untuk penetapan HAM di Myanmar, Yanghee Lee, memberikan kritikan kepada Suu Kyi terkait cara menangani aksi kekerasan ini. kemudian ia menyerukan agar pemerintah Myanmar menginvestigasi berbagai tudingan terkait aksi pembantaian warga Rohingya yang dilakukan oleh militer Myanmar. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response