ASTAGA, Amerika Legalkan Permen Ganja

ASTAGA, AMERIKA LEGALKAN PERMEN GANJA

PERMEN manis yang mengandung kadar gula tinggi dan perasa buahan imitasi biasanya sangat disukai anak-anak.Tetapi permen semacam ini juga menggerogoti gigi geligi para makhluk mungil tersebut. Meski begitu, permen ialah cemilan popular yang dianggap lebih baik dibandingkan rokok, minuman bersoda atau gorengan berlemak.
Kini, di Amerika Serikat, ancaman dari permen semakin serius.Para orangtua, yang melalui berbagai organisasi massa telah mencoba mencegahnya, harus kian gigih menjaga anak-anak mereka agar tidakkecanduan permen bermerek ganja buatan perusahaan swasta Kalan LP. Sebabnya,pemerintah sejumlah negara bagian AS kini telah melegalkan penjualan permen lollipop (bertangkai dengan bentuk bundar pipih) maupun permen karet dengan nama Ring Pots itu selama enam bulan terakhir.

Permen lollipopnya berbentuk lingkaran pipih seperti daun,sedangkan permen karetnya berbentuk kotak dengan rasa asam.Kedua permen ini dijual sebagai permen berlabel daun ganja dan namanya Ring Pots (Pots adalah nama lain dari ganja).Kemasannya berwarna hijau, dilengkapi symbol perdamaian (dua jari berbentuk huruf V) dan tulisan “legalize”(ayo sahkan).. Sayangnya, permen yang bisa menyesatkan itu dijual secara resmi di lebih dari seribu took resmi di berbagai negara bagian di Amerika Serikat.
“mendapattoko yang berlisensi untuk menjual permen ke anak-anak yang memperlihatkan unsure-unsur yang illegal, itu sama dengan tindakan tidakpeduli dan tidak bertanggungjawab,” kata Darius Pridgen,salah satu anggota Dewan Kota Buffalo,New York,AS. Kelompok orang tua di berbagai kota sudah memprotes lewat Dewan Kota untuk melarang penjualan permen ganja tersebut.

Perusahaan pembuat permen itu, Kalan LP,membela diri dengan mengatakan masyarakat keliru menafsirkan kehadiran permen buatannya.”Keliru bila orang berpikir permen itu akan membuat mereka mabuk.Permen itu sama sekali taidak mengandung ganja atau senyawa kimianya,rasanya pun tidak seperti daun ganja. Rasanya bahkan seperti apel yang asam,” begitu kilah perusahaan tersebut.

Penamaan permen ganja itu, tampaknya bertujuan untuk mendukung kampanye legalitas daun   dan produk lain berbahan ganja. Disejumlah negara bagian di AS, seperti California, penggunaan ganja sebagai bentuk pengobatan di klinik-klinik yang berlisensi memang dilegalkan.Kecanduan ganja dipandang sebagai pelanggaran yang paling ringan di antara kasus penyalahgunaan narkotika lainnya, seperti kokain,morfin, atau obat penenang amphetamine atau methamphetamin.

Masalahnya, permen yang memang berisi ganja dan zat adiktif lainnya juga beredar secara gelap di sejumlah wilayah di Amerika Serikat.Para orangtua rtakut anak-anak akan terkecoh untuk membeli permen ganja asli, hanya karena bungkus atau namanya mirip dengan permen berlabel daun ganja tiruan yang dijual di took-toko resmi.
Para agen anti narkotika di sejumlah Kepolisian Daerah telah menggerebek sebuah rumah di kota Devenport, Districk of Columbia, Amerika Serikat, dan berhasil menyita lusinan kardus berisi permen ganja berbentuk lollipop, permen karet, permen hisap dan bentuk lainnya.Produk itu akan dijual ke sejumlah kota dan negara bagian (setingkat provinsi) yang memperbolehkan penggunaan ganja untuk program penyembuhan bagi para pencandunarkoba di klinik-klinik berizin khusus.

“Produksi dan peredaran permen ganja ini makin meluas ke kawasan lain.Anak-anak pun makin mudah memperolehny, dan anak-anak pun sulit membedakan mana permen asli dan mana yang mengandung ganja,” ujar Kevin Winslow, Direktur QC MEG,ketika itu. Bahkan kalau kita perhatikan daftar bahan pembuat permen itu,sulit untuk menebak mana yang benar-benar berbahan ganja.

Winslow menyebutkan ,permen itu dibuat dengan bahan baku normal,seperti gula dan sirupjagung.Ada juga tambahan susu, coklat, minyak kedelai,sari gandum dan zat perasa. Sama kah dengan permen biasa? “ Tapi di tengah daftar bahan itu,, terselipnama has oil (minyak ganja), yang sulit dibedakan.Sebatang permen lollipop mini misalnya, sebenarnya mengandung enam dosis ganja untuk kepentingan medis,”lanjut Winslow.

Mungkin saja masih ada bahan narkotika lain di dalamnya.setiap pembuat permen itu bisa saja membuat adonan bahan yang berbeda sesuka hatinya.Karena, menurut Winslow, Badan Pengawas Obat dan Makan (FDA) di Amerika Serikat  tidak pernah menguji produk haram tersebut.Namun negara bagian  Districk of Columbia dan pemerintah di 16 negara bagian lainnya memang telah mengizinkan penjualan ganja dan produk turunannya untuk kepentingan medis.

Unit-unit anti narkotika dui kepolisian negara bagian Iowa dan Illinois juga tengah berusaha mencegah masuknya permen ganja ke wilayah mereka. Selama ini, pemerintah kedua negara bagian itu masih melarang perdagangan dan pengunaan ganja. Tetapi banyak pihak di sana sedang berusaha mengubah Undang-Undang Anti Narkoba itu. Tujuannya untuk mengizinkan pemakaian  ganja untuk kepentingan medis dan penyembuhan pemakain narkoba. Untunglah usaha ini masih dapat digagalkan. (Samar/Win)
 

sam

No comment

Leave a Response