Artis Mayangsari Qurban Seekor Sapi Di Masjid Agung Baitussalam

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Sejumlah kota di luar zona merah Covid-19 sudah mendapat ijin membuka masjid dan mushala untuk menggelar sholat berjamaah dan penyembelihan hewan qurban. "Meski tidak mudah menghimbau warga untuk mengikuti protokol kesehatan di masjid, namun hal ini wajib dilakukan agar jamaah dapat menjalankan ibadah sekaligus tetap menjaga kesehatan, "ungkap Humas Masjid Baitussalam, Purwokerto Ir.H.Alief Einstein,M.Hum.

Einstein menambahkan karena kekhawatiran atas pandemi virus corona 2019, khusus qurban tahun 2020 ini berbeda dengan tahun sebelumnya. 

"Masyarakat disarankan untuk tidak berkumpul menyaksikan penyembelihan hewan qurban, " katanya.

Ketua Takmir Masjid Agung Baitussalam, Purwokerto Dr.H.Muh.Hizbul Muflihin,M.Pd. meminta panitia menerapkan protokol kesehatan secara ketat saat pelaksanaan penyembelihan  qurban dan distribusi daging qurban ke rumah mustahik. Pihak yang terlibat menurutnya, saling menjaga jarak  (physical distancing), seperti penyembelihan dilaksanakan di halaman parkir motor, lokasi penyembelihan hanya dihadiri panitia dan pihak yang berqurban saja, pengaturan jaga jarak antara panitia saat penyembelihan, pencacahan, dan pengemasan daging, serta penggunaan alat untuk mencacah daging qurban.

Lebih lanjut H.Einstein yang juga Dosen Fakultas Peternakan Unsoed Purwokerto menjelaskan bahwa untuk mencegah dan meminimalisir potensi penularan Covid-19, Gugus Tugas Kelurahan Sokanegara Kecamatan Purwokerto Timur menilai kesiapan panitia  menerapkan Protokol Kesehatan dan penerapan Personal Hygiene. Di antaranya pemeriksaan suhu tubuh di pintu Masjid Agung, setiap panitia memakai masker yang benar, menggunakan sarung tangan, pakaian lengan panjang, sering cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, menghindari bersentuhan langsung / jabat tangan, menggunakan tutup kepala, panitia diingatkan agar tidak menyentuh telinga, mata, hidung, dan mulut.

Dr.Hizbul yang juga Dosen IAIN Purwokerto mengatakan Panitia Qurban Masjid Agung menyembelih 9 ekor sapi dan 7 kambing. Ke 9 ekor sapi itu berasal dari takmir/yayasan MAB, jama'ah/keluarga jamaah MAB, serta 1 ekor dari keluarga Dosen Unsoed Prof.Ir.Totok Agung,DH.MP.PhD.

"Pada hari Kamis (30/07/2020) panitia qurban menerima lagi 1 ekor sapi dari keluarga Mayangsari. Sapi tersebut dipotong pada pukul 09.35, " kata Hizbul.

Dr.Hizbul dalam kesehariannya sebagai Tim WASLITEV PW PTKI pada Kementerian Agama RI di Jakarta ini mengatakan, dengan adanya penerapan protokol kesehatan yang ketat dalam penyembelihan ternak qurban di Masjid Agung, diharapkan bisa memutus penyebaran Covid-19.(hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response