Apakah Rakyat Bisa Terprovokasi Untuk Menjatuhkan Rezim Yang Berkuasa?

 

Matamatanews.com, JAKARTA - Tekanan hidup yang sangat berat membuat rakyat mencari cari kambing hitam atas keterpurukan yang mereka alami. PHK besar-besaran yang tak terhindarkan menambah jumlah orang miskin baru, akibatnya rakyat makin stress saja. 

Para politikus oposisi memanfaatkan keadaan ini dengan menggiring rakyat untuk marah dan benci pada rezim atau penguasa. Tapi rezim berkuasa ini tidak kalah gesitnya, mereka juga membuat kontra provokasi yang intensif. Sayangnya keadaan dilapangan tidak menjadi makin baik, rakyat makin tertekan oleh kondisi ekonomi yg menurut Budiono sudah LUMPUH.

Imbang Djaya, seorang pengamat ekonomi Islam mengatakan bahwa dirinya yakin hanya dengan perbaikan ekonomi yang merata rakyat bisa dikendalikkan. 

"Jika pemerintah menghentikan bantuan-bantuannya, maka rakyat pasti susah dan marah. Jadi opsi untuk terus menambah hutang menjadi opsi satu-satunnya saat ini, "ujar Imbang. 

 Imbang Djaya menambahkan, Sri Mulyani sendiri sudah pasrah dan mengatakan  bahwa kita akan resesi jika pertumbuhan ekonomi kwartal ke 3 ini tidak membaik. (Javi/Nusa)

 

redaksi

No comment

Leave a Response