Antisipasi Penyebaran Covid 19, Masjid Agung Baitussalam Ditutup

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Ketua Takmir Masjid Agung Baitussalam (MAB) Putwokerto Dr.H.Muh.Hizbul Muflihin,M.Pd. mengeluarkan kebijakan untuk melakukan penutupan masjid. Maksud penutupan masjid tersebut menurutnya tidak menyelenggarakan aktifitas ibadah yang melibatkan orang banyak yang diyakini dapat menjadi media penyebaran COVID-19. Masjid Agung ditutup agar tidak digunakan untuk pelaksanaan shalat lima waktu berjemaah dan shalat rawatib, selanjutnya meliburkan pengajian umum dan tidak menyelenggarakan kajian rutin bakda Shalat (Maghrib dan Subuh), serta meliburkan TPQ. 

"Penutupan Masjid Agung mulai berlaku sejak hari Senin (23/03/2020) pukul 14.00. Selain shalat lima waktu, pelaksanaan Shalat Jum'at di Masjid Agung untuk sementara ditiadakan dan bagi para muslimin yang sudah baligh dapat mengganti Sholat Jumat dengan Sholat Zuhur di rumah masing-masing, " ungkap Humas Masjid Agung Ir.H.Alief Einstein,M.Hum.

Dr.H.Hizbul yang juga dosen IAIN Purwokerto ini mengatakan penutupan ini berlangsung hingga waktu yang akan ditentukan kemudian yakni sampai pada kondisi ketenangan dan keamanan terjamin bagi jamaah.  Dr.H.Hizbul menjelaskan bahwa kebijakan ini diputuskan sesuai dengan perhatian utamanya adalah perlindungan masyarakat dari bahaya.

Menurut H.Einstein, Takmir Masjid Agung mengeluarkan keputusan berdasarkan fatwa MUI yang menyatakan bahwa jika kondisi penyebaran COVID-19 tidak terkendali di suatu kawasan yang mengancam jiwa.

"Keputusan penutupan ini dilakukan guna membatasi aktivitas warga agar tidak keluar rumah dan menghindari kerumunan di masjid, terutama aktivitas yang melibatkan banyak masa, "ujar Dosen Unsoed H.Einstein.

Namun demikian, Tim WASLITEV PW PTKI Kementerian Agama RI di Jakarta Dr.H.Hizbul memaparkan bahwa seruan adzan sebagai tanda waktu sholat sudah masuk tetap terus digaungkan dari masjid agung. 

"Seruan adzan yang biasanya mengumandangkan kalimat Hayya ala sholaah (marilah kita shalat) juga diubah menjadi Asholatu fi buyutikum (sholatlah di rumah). Panggilan adzan tersebut akan mengarahkan jemaah untuk melaksanakan salat di rumah, "  katanya.

Modifikasi adzan ini juga akan diberlakukan sampai pemberitahuan selanjutnya. Dr.H.Hizbul menambahkan, untuk tetap menjaga kebersihan dan keamanan, Takmir Masjid Agung tetap  melakukan penjagaan seperlunya dan menugaskan karyawan untuk tetap membersihkan masjid sebagaimana biasanya. Selain itu program "renovasi interior" masjid yang selama ini sudah dijalankan sejak awal Februari 2020 tetap diteruskan.

Menurut warga Kelurahan Bantar Soka Purwokerto Iptu Trijanto, untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) Masjid Agung cepat tanggap dengan penutupan kegiatan masjid. Iptu Trijanto yang sehari-harinya sebagai Kepala Urusan Pembinaan Operasional Sat Sabhara Polresta Banyumas menegaskan penutupan masjid merupakan sikap yang tepat, agar semua pertemuan publik dapat dihindari.*(hen/berbagai sumber)

redaksi

No comment

Leave a Response