Antisipasi Penularan Varian Baru COVID-19 dari Luar Negeri, WNA Dilarang Masuk

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Guna mengantisipasi penularan Varian Baru COVID-19 dari luar negeri, akhirnya pemerintah menutup pintu kedatangan warga negara asing (WNA) ke Indonesia.Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan penutupan dilatari informasi mutasi virus SARS-CoV-2 bergalur B117 yang telah menyebar di sejumlah negara di dunia.

Kementerian Luar negeri (Kemenlu-RI) mengimbau agar seluruh warga negara Indonesia untuk menaati peraturan yang telah disampaikan pemerintah, terkait upaya menanggulangi penyebaran virus Corona COVID-19.

Munculnya varian baru virus SARS-CoV-2 di sejumlah negara membuat Indonesia menutup pintu rapat-rapat bagi kedatangan warga asing. Penutupan itu berlaku selama dua pekan, mulai 1 Januari 2021 hingga 14 Januari 2021.

Penutupan perjalanan WNA ke Indonesia bersifat sementara, dan dikecualikan bagi kunjungan resmi pejabat setingkat menteri ke atas dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.Aturan baru ini diberlakukan kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk mencegah penyebaran mutasi baru  virus corona COVID-19 di Indonesia.

“Penutupan sementara perjalanan WNA ke Indonesia dikecualikan bagi kunjungan resmi pejabat setingkat menteri ke atas dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. Kebijakan ini akan dituangkan dalam Surat Edaran (SE) baru Satgas COVID-19,” jelas Retno dalam jumnpa Pers di kantor Presiden, di Jakarta pada hari Senin (28/12/2020) kemarin.

Menlu Retno Marsudi mengatakan kebijakan penutupan kedatangan bagi WNA ke Indonesia telah disepakati dalam rapat kabinet terbatas, pada Senin (28/12/2020).Rapat terbatas pada  28 Desember 2020 itu memutuskan untuk menutup sementara kedatangan bagi warga negara asing ke Indonesia selama dua pekan ke depan, terhitung sejak 12 Januari 2021 hingga 14 Januari 2021.

Bagi WNA yang datang pada tanggal 31 Desember mendatang sudah harus mengikuti aturan yang tercantum dalam aadendum Surat Edaran Penanganan COVID-19 Nomor 3 Tahun 2020, yaitu harus menunjukkan hasil negatif melalui tes reverse transcription – polymerase chain reaction (RT-PCR) di negara asal yang berlaku maksimal 2 kali 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC internasional Indonesia.

Selain itu, pada saat kedatangan di Indonesia , mereka diwajibkan menjalani pemeriksaan ulang RT-PCR. Selama menunggu hasil tes, WNA harus menjalani karantina selama lima hari, dengan biaya mandiri, di lokasi yang telah mendapat sertifikasi kesehatan dari pemerintah.

Begitupun dengan WNI yang datang dari luar negeri akan mendapat ketentuan yang sama, setelah masa karantina, mereka diwajibkan menjalani tes ulang swab.” Apabila hasilnya negatif , WNA di perkenankan meneruskan perjalanan di Indonesia,” jelas Menlu.(cam)

 

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response