Antisipasi Dampak Heatwave Menurut dr.Yudhi Wibowo,MPH.

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Suhu panas melanda sejumlah negara di Asia. Berikut pemaparan Wakil Dekan bidang 2 Fakultas Kedokteran Unsoed dr.Yudhi Wibowo,MPH. tentang kondisi ini.

1. Definisi

Menurut dr.Yudhi yang juga dosen ahli Epidemiologi Lapangan dari Fakultas Kedokteran Unsoed ini bahwa heatwave atau gelombang panas adalah periode cuaca panas yang ekstrem dan berkepanjangan di suatu wilayah geografis tertentu. 

Definisi lebih rinci tentang heatwave:

Definisi Heatwave menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) adalah sebagai berikut: "Heatwave adalah rentang waktu panas yang tidak biasa dalam jangka waktu panjang di suatu wilayah tertentu, yang diukur berdasarkan sejumlah kriteria seperti temperatur tertinggi dan durasi. 

Tidak ada definisi tunggal yang berlaku secara universal karena karakteristik heatwave bervariasi di berbagai wilayah.

Secara umum, heatwave didefinisikan sebagai periode suhu udara yang jauh melebihi rata-rata normal untuk wilayah tersebut selama beberapa hari atau minggu, yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan.

2. Heatwave di Indonesia

Lebih lanjut alumni Master Public of Health (MPH),dari UGM Yogyakarta ini menjelaskan bahwa Indonesia, sebagai negara tropis yang terletak di garis khatulistiwa, memang rawan terhadap ancaman gelombang panas (heatwave). 

Berikut adalah beberapa informasi terkait ancaman heatwave di Indonesia :

a. Peningkatan suhu global akibat perubahan iklim meningkatkan risiko terjadinya heatwave di Indonesia. Menurut laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), frekuensi dan intensitas heatwave diperkirakan akan meningkat di sebagian besar wilayah tropis, termasuk Indonesia (IPCC, 2021).

b. Wilayah perkotaan di Indonesia lebih rentan terhadap heatwave karena efek pulau panas perkotaan. Penelitian menunjukkan bahwa suhu di Jakarta dan sekitarnya dapat lebih tinggi 2 - 3°C dibandingkan daerah pedesaan (Rushayati et al., 2016).

c. Gelombang panas dapat berdampak negatif pada kesehatan manusia, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita penyakit kronis. Heatwave juga dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, 2022).

d. Pemerintah Indonesia telah menyusun pedoman dan strategi untuk mengantisipasi dampak heatwave, seperti kampanye kesadaran masyarakat, penyediaan tempat penampungan sementara yang sejuk, dan peningkatan sistem peringatan dini (BMKG, 2023).

3. Dampak Heatwave

Dampak gelombang panas dapat bervariasi tergantung pada durasi, intensitas, dan kesiapan masyarakat dalam menghadapinya. Mitigasi dan adaptasi yang tepat sangat penting untuk mengurangi risiko tersebut. Dr.Yudhi mengatakan beberapa dampak utama yang dapat disebabkan oleh gelombang panas (heatwave) adalah:

a. Kesehatan Manusia

• Peningkatan risiko penyakit terkait panas seperti heat stroke, heat exhaustion, dan heat cramps,

• Memperburuk kondisi penyakit kronis seperti penyakit jantung, pernapasan, dan diabetes,

• Peningkatan angka kematian, terutama pada lansia, bayi, dan individu rentan,

b. Lingkungan

•bPeningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan,

• Kekeringan yang berkepanjangan dan kekurangan air,

• Kerusakan ekosistem tertentu yang sensitif terhadap panas,

c. Pertanian

• Penurunan hasil panen dan produksi pertanian karena tanaman stres akibat panas berlebih,

• Peningkatan kebutuhan air untuk irigasi,

• Kerusakan pada ternak dan unggas,

d. Infrastruktur

• Peningkatan permintaan energi untuk pendingin ruangan,

• Gangguan pada jaringan listrik dan transportasi akibat pemuaian rel atau jalur,

• Kerusakan pada jalan raya dan bangunan akibat pemuaian material,

e. Ekonomi

• Penurunan produktivitas tenaga kerja di luar ruangan,

• Peningkatan biaya pendingin dan perawatan kesehatan,

• Gangguan pada sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan lainnya,

4. Antisipasi Heatwave

Dosen Fakultas Kedokteran Unsoed ini mengatakan ada beberapa cara untuk mengantisipasi gelombang panas atau heatwave:

a. Pastikan sistem pendingin ruangan seperti AC atau kipas angin berfungsi dengan baik dan lakukan perawatan rutin,

b. Siapkan persediaan air minum yang cukup untuk mencegah dehidrasi selama cuaca panas,

c. Gunakan tirai atau gorden untuk memblokir sinar matahari langsung masuk ke dalam rumah.

d. Jika memungkinkan, rencanakan aktivitas di luar ruangan pada pagi atau malam hari saat suhu lebih rendah.

e. Kenakan pakaian longgar dan ringan yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat dengan baik,

f. Hindari aktivitas berat di luar ruangan saat suhu puncak pada siang hari,

g. Perhatikan tanda-tanda kelelahan panas seperti pusing, mual, dan kram otot, dan segera cari tempat teduh dan dingin jika terjadi,

h. Jaga kebugaran tubuh dengan minum cairan yang cukup dan mengonsumsi makanan sehat,

i. Pantau pengumuman atau peringatan dari pihak berwenang terkait gelombang panas dan ikuti arahan yang diberikan,

j. Periksa kondisi tetangga atau anggota keluarga yang rentan seperti lansia, bayi, dan orang dengan kondisi medis untuk memastikan mereka aman selama cuaca panas,

"Dengan melakukan persiapan dan mengambil tindakan pencegahan, risiko gangguan kesehatan akibat heatwave dapat diminimalkan,"ujar dr.Yudhi. (hen)

redaksi

No comment

Leave a Response