Antara Budaya dan Keindahan Pantai Seger Lombok tengah

 

Matamatanews.com, LOMBOK – Sinar matahari belum merekah sempurna mengantar penduduk berduyun-duyun menuju sebuah pantai. Lengkap dengan peralatan tradisional dikedua tangan kanan dan kiri, baju disisingkan, celana digulung, dengan segera mereka menceburkan kedua kaki kedalam air laut. Pantai Seger yang terlihat tenang pun dengan seketika menjadi ramai dan riuh oleh warga, mereka mencari cacing laut warna-warni yang dikenal dengan sebutan nyale. Penduduk setempat menyebut acara ini dengan tradisi bau nyale.

Tradisi bau nyale kerap dikaitkan dengan cerita rakyat Putri Mandalika, sehingga hampir setiap tahun tradisi bau nyale dilakukan di tempat ini. Sang putri yang cantik jelita dipinang oleh banyak pangeran, namun ia menerima semua lamaran tersebut. Setelah keputusan itu dipermasalahkan oleh kerajaan, Putri Mandalika melakukan semedi. Tepat tanggal 20 bulan 10 penanggalan Sasak, ia pun siap mengambil tindakan dengan mengumpulkan semua pangeran yang ingin meminangnya di Pantai Seger. Seluruh pangeran dan tamu undangan diwajibkan datang sebelum matahari memancarkan sinarnya dari ufuk timur.

Di hari yang sudah ditentukan, sang putri justru mengumumkan bahwa dirinya tidak dapat menerima pinangan dari siapa pun. Belum sempat ayah dan ibunya berkata-kata, Putri Mandalika tiba-tiba menceburkan diri ke laut. Ia menghilang tanpa jejak, dan tak lama kemudian muncul binatang yang berbentuk nyale. Hingga kini masyarakat Sasak percaya bahwa nyale merupakan jelmaan Putri Mandalika.

Hari ini Pantai Seger, Pantai Kuta dan Tanjung Aan menjadi kawasan wisata terpadu yang disebut dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Lokasinya terletak di Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Ketiga area ini diolah secara khusus untuk industri agro dan industri ekowisata.

Cottage-cottage didesain mengadopsi nilai-nilai budaya dan struktur rumah Sasak, bahkan klasifikasi pengunjung terdiri dari berbagai kelas, diharapkan berujung pada adaptasi kamar hotel yang dibagi-bagi berdasarkan kelas dan kemampuan pengunjung. Desain-desain ini merupakan refleksi dari nilai yang terkandung dalam cerita Putri Mandalika, bahwa keadilan adalah segala-galanya.

Tradisi bau nyale bagi para arsitek ialah inspirasi untuk tetap mengadopsi nilai-nilai lokal ke dalam sebuah bangunan berfasilitas modern. Lebih jauh dari itu, bagi para petani sasak, bau nyale merupakan indikator curah hujan yang akan berpengaruh bagi hasil panen mereka. Bagi muda-mudi, bau nyale sekaligus menjadi ajang pertemuan antara pria dan wanita dari seluruh Lombok. Ini menjadi momen yang sangat penting mengingat banyaknya desa-desa yang terisolasi sehingga sering terjadi pernikahan antar sepupu.

Sementara itu dimata wisatawan, bau nyale merupakan nyawa yang melengkapi pesona Pantai Seger. Perairan yang tenang serta bukit-bukit hijaunya yang terlihat segar adalah contoh lain daya tarik Pantai Seger. Sirkulasi pengunjung maupun tamu hotel diarahkan melewati bukit-bukit ini, sehingga ketika mereka menaiki puncaknya maka terlihatlah dua jenis pasir yang berbeda yaitu pasir putih dan butiran pasir merica. Keunikan yang khas itu membuat Pantai Seger berbeda dengan pantai lainnya dan tidak ada keunikan seperti itu di pantai-pantai yang lain. Di tengah laut tampak batu karang yang seringkali disebut dengan Batu Tengkong (Batu Jamur). Anda dapat mencapainya saat laut dalam keadaan surut.

Dari bukit yang sama, Anda akan melihat betapa tenangnya suasana pantai ini. Sekelilingnya yang berupa area sawah hijau menyempurnakan atmosfernya. Air laut Pantai Seger memang tenang, menariknya, terdapat juga sisi pantai yang menawarkan ombak menantang bagi para pecinta surfing. Karakter pantai seperti ini juga dimiliki oleh pantai-pantai di sekitarnya seperti Tanjung Aan dan Tanjung Bunut.

Jarak dari Bandara Internasional Lombok ke Pantai Seger sekitar 21 kilometer dan membutuhkan waktu 45 menit untuk mencapainya. Tidak ada kendaraan umum yang bisa mengantar tepat sampai Pantai Seger sehingga Anda dapat menyewa taksi, mobil ataupun motor jika ingin menekan biaya. Sedangkan harga untuk menyewa motor sekitar Rp50 ribu per hari. Jika Anda berminat untuk melakukan perjalanan liburan Anda, disarankan untuk menyatukan 3-4 destinasi sekaligus dalam kunjungan ke Lombok Tengah seperti ke Pantai Seger, Pantai Tanjung Aan, Pantai Kuta, Pantai Batu Payung atau Pantai Mawun. [Did/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response