Anggota Kongres AS Ajukan Perubahan Pajak

 

Matamatanews.com, WASHINGTON – Dimasa tenang pada bulan ini, anggota Kongres AS menemukan cara untuk menurunkan tarif pajak perusahaan, kelompok industri, dan sektor lainnya di masyarakat, tengah bersiap untuk melawan kebijakan yang diusulkan terkait pajak penghasilan pribadi.

Pengurangan pajak yang paling utama yakni pemangkasan pajak untuk sektor bisnis. Pelobi dan pembuat undang-undang mengakui bahwa, mereka akan bekerja keras untuk menyusun ulang undang-undang terkait pajak perusahaan.

Banyak anggota Kongres berpendapat bahwa menangani pajak pribadi lebih mudah dibanding  pajak perusahaan. Dilihat dari mudahnya para legislatif meraih kemenangan jelang pertengahan pemilu 2018, sebagian besar pembuat undang-undang dari Partai Republik ingin memotong pajak pendapatan individual. Presiden AS, Donald Trump bersikeras mendorong perubahan pajak terjadi pada tahun ini.   

Namun, rancangan perubahan pajak pribadi yang diusulkan telah mengalami campur tangan dari oposisi realtors, kelompok kontraktor perumahan, pemberi pinjaman hipotek dan amal. Kelompok-kelompok itu mengatakan bahwa perubahan yang diusulkan itu akan mempengaruhi penjualan rumah dan memangkas kontribusi amal.

Sementara, dalam seminar “August Recess Talking Points”, National Association of Realtors memohon untuk mengingatkan pada anggota parlemen bahwa, pemilik rumah harus diperlakukan secara adil dalam reformasi pajak untuk menghindari perusakan rumah.

Berdasarkan laporan dari PwC, kelompok itu mengatakan bahwa perkiraan nilai rumah akan cepat menurun lebih dari 10 persen jika rencana pajak dijadikan undang-undang.

Untuk menyederhanakan biaya pajak, Partai Republik telah mengusulkan untuk menghapus semua pajak yang tidak tertulis, termasuk pajak untuk negara bagian dan pajak lokal dengan mengurangi standar pajak. Langkah tersebut akan menghilangkan insentif dan mengurangi jumlah pembayar pajak secara drastis.   

Saat ini, banyak pembayar pajak menggunakan sistem pengurangan, mengklaim hal-hal yang tak tertulis seperti kontribusi amal, bungan yang dibayarkan pihak hipotek dan negara bagian serta pajak lokal. Jika pengurangan standar menjadi lebih besar, maka akan sedikit pembayar pajak yang memerlukan kebijakan tersebut.

Seorang pengamat ekonom dari asosiasi nasional homebuilders, Robert Dietz mengatakan, “Saat ini, ada sekitar 30 juta pembayar pajak mengklaim pengurangan bunga hipotek, dengan total klaim sekitar $70 miliar.

Menurut Dietz, diperkirakan lebih dari setengah pembayar pajak akan berhenti meminta pengurangan pajak. Ia mengatakan bahwa, peringatan ini akan menciptakan efek yang besar disektor ekonomi. Diets pun menyampaikan, diawal tahun, perusahaan hipotek dan calon pembeli rumah akan menderita.

Kontraktor perumahan juga melawan perubahan pajak yang sedang diusulkan.

Jerry Howard, Kepala Asosiasi Pembangunan Rumah Nasional mengatakan, “Saya tidak berfikir bahwa saya akan memanggil cakewalk” ujarnya.

Pengajuan proposal tersebut akan menghadapi perlawanan sengit dari kelompoknya, yang diwakili oleh 130.000 pembangun. Dia mencatat bahwa anggotanya beroperasi disetiap lini kongres, dan mempekerjakan lebih dari 7 juta orang.

Sementara itu, dari pihak organisasi amal tidak berdebat terkait peningkatan pengurangan standar pajak. Namun mereka meminta anggota kongres untuk mempertimbangkan untuk menetapkan pengurangan universal, sehingga pembayar pajak yang membutuhkan pengurangan standar bisa mendapatkan kredit tambahan untuk sumbangan.

Pada setiap tahunnya, pembayar pajak mengklaim sekitar $13 miliar dalam pengurangan amal. Pihak asosiasi amal takut memberikan penurunan jika pengurangan standar menjadi dua kali lipat tanpa membuat pengurangan universal.

Gail McGovern, Presiden dan CEO dari Palang Merah Amerika, mengatakan, “Pengurangan amal akan menghancurkan,” ujarnya.

Mantan anggota Partai Republik, Charles Boustany mengatakan, “Setidaknya perlawanan pajak menjadi gaya lama yang mengikis sisi individu,” ujarnya. [Did/Rts/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response