Ancaman Teror London Yang Tak Terdeteksi

 

Matamatanwes.com, LONDON – Aksi teror yang terjadi di Inggris kemarin dilakukan oleh seorang pelaku yang bernama Khalid Mansood. Sebelum insiden tersebut terjadi, pihak intelijen Inggris tidak melihat pria yang pernah terjerat kasus akibat kekerasan ini berpotensi melakukan aksi terorisme.

Pihak kepolisian mengatakan bahwa Khalid pernah dihukum akibat kepemilikan senjata tajam pada tahun 2003 silam, namun ia tidak pernah terlibat dalam aksi terorisme.

Perdana Menteri Theresa May mengatakan kewaspadaan Inggris yang telah lama ditetapkan dalam tingkat kedua tertinggi atau parah, tidak akan ditingkatkan ketahap kritis karena tidak adanya informasi intelijen yang spesifik terkait akan adanya serangan tersebut.

May menambahkan, “Kami tahu ancaman dari terorisme sangat nyata, tapi sementara publik diharapkan untuk tetap berwaspada, mereka tidak boleh dan tidak akan takut akan ancaman ini”.

Sebuah kutipan dari media propaganda ISIS menyebutkan bahwa Khalid ialah tentara ISIS yang terinspirasi akan pesan kelompok tersebut. Namun ISIS sendiri tidak pernah memberikan bukti keterkaitan antara ISIS dengan pelaku tersebut.

Pejabat anti-teror senior Inggris, Mark Rowley mengatakan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung di London dan sejumlah lokasi lainnya. Setelah insiden tersebut, delapan penangkapan telah berlangsung di Birmingham dan kota lainnya. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response