Anak Perusahaan Satria Mediatama Jajaki Bisnis Batu Split di Sultra

 

Matamamatanews.com-KENDARI—Kekhawatiran serbuan pekerja  Cina sesungguhnya sudah mengemuka ketika pemerintah berencana menjalin kerjasama dengan Cina dalam proyek pembangunan kereta api cepat Jakarta – Bandung. Kekhawatiran itu pada akhirnya menjadi kenyataan ketika proyek mulai berjalan. Maraknya pekerja kasar dari luar negeri di sejumlah proyek yang mereka kerjakan sungguh merupakan ironi.

Dengan jumlah penganggur di tanah air sekitar 7 juta orang,sebagian besar berpredikat buruh tanpa keahlian. Pekerja asal Cina itu jelas telah merebut kesempatan bagi pekerja lokal di level yang sama. Semestinya pemerintah tak membiarkan itu. Demikian disampaikan  Onni Marmin Akib,SE Kepala Operasional Lapangan,Satria Mediatama salah satu anak perusahaan Majalah Intersep dan Matamatanews.com di Kendari, Sulawesi Tenggara.

 Di tengah derasnya pekerja kasar asal negeri Panda yang semakin meningkat,pihaknya akan menjajaki bisnis  batu split dan pertambangan, bekerjasama dengan pemerintah lokal.”Ini peluang besar  yang harus ditangkap secepatnya agar pertumbuhan ekonomi daerah bisa menggeliat dan mampu menyerap tenaga kerja lokal yang lebih banyak,”lanjut pria yang akrab disapa Onni,optimis.

Hal senada juga diungkapkan Heru Prasetyo, Manager Keuangan dan Penanggungjawab Satria Mediatama. Pihaknya sejauh ini kata Heru masih menjajaki berbagai kemungkinan usaha yang akan dibangunnya di Kendari,Sulawesi Tenggara . Tapi,ia mengakui bahwa batu split menjadi prioritas pengembangan usahanya, terutama di wilayah Sultra. “Tapi bukan berarti usaha yang lain kami tidak mau.Apa pun peluang yang bisa kita tangkap dan manfaatkan untuk kepentingan banyak orang akan menjadi prioritas usaha kami,”jelas Heru.

Ditambahkan Heru,kini pemerintah domestik diberbagai daerah telah memberikan kemudahan dan perhatian serius terhadap investor yang ingin berkontribusi  dalam bidang pembangunan,terutama pemerintah daerah. Dengan kemudahan itu,diharapkan perekonomian domistik yang cenderung lamban bisa bergerak normal sehingga memacu pertumbuhan ekonomi.

“Ya untuk sementara kami sedang mempelajari usaha batu split  atau material batu belah sebagai salah satu usaha yang akan kami kembangkan  dalam waktu dekat di Sultra ini,sambil melihat peluang usaha lainnya.Tapi tidak menutup kemungkinan kami akan menyentuh bidang usaha lainya,” tambah Heru,sambl menjelaskan bahwa 100 hektar tanah kemungkinan besar akan digarap menjadi lahan pengolahan material batu belah.

Sejauh ini, kata Onni  maupun Heru,telah diterima baik oleh Ketua DPRD Sulawesi  Tenggara Abdurrahman Saleh di kediamannya pada Senin (9/5/2016) lalu, yang di dampingi Dr.Ir.Andi Irwan Nur,M.Env.ST.”Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan Insya Alloh kami akan fokus mengembangkan usaha kerakyatan lainnya, sehingga pertumbuhan ekonomi domistik terserap,”kata Heru,mengakhiri* (Samar/Onni/Heru)

 

sam

No comment

Leave a Response