Anak Pejabat Polda Masuk Akpol Meski Kalah Peringkat

 

Matamatanews.com, SUMATERA – Kisruh seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) 2017 kembali terjadi. Proses seleksi peserta Akpol di wilayah Sumatera Utara juga menuai protes seperti Jawa Barat. Sejumlah peserta mempertanyakan terpilihnya putra pejabat utama Polda Sumut, padahal peringkat peserta tersebut berada dibawah mereka.

Sebagian dari mereka yang melakukan protes, tidak terpilih untuk mengikuti tes di Semarang, Jawa Tengah. Salah satunya, Sandy Pratama Putra (20) yang meraih peringkat ke 14 dari 33 peserta laki-laki.

Sandy mengaku bahwa dirinya dan rekan-rekannya ridak diberangkatkan karena kuota Sumut hanya untuk 14 orang, tiga belas orang laki-laki ditambah seorang perempuan.

“Jadi yang diberangkatkan hanya sampai rangking 13 untuk calon taruna, sedangkan saya rangking 14. Satu lagi yang lolos yaitu peserta perempuan. Dia satu-satunya perempuan yang sampai pantohir,” ucap Sandy.

Diketahui bahwa, diluar dari 14 peserta yang lolos itu ada satu peserta yakni IAP yang diberangkatkan, padahal ia hanya berada di peringkat 26.

“Kebetulan dia anak pejabat utama Polda Sumut. Itu sudah rahasia umum dan sejak awal tes pun sudah diakuinya,” kata Sandy sambil menyebut jabatan ayah IAP.

Menurut Sandy, berdasarkan peringkat, mereka lebih pantas lolos untuk mengikuti seleksi di tingkat pusat. Peserta kecewa karena ada 12 nama yang berada di peringkat 14 sampai 25 dilompati IAP.

“Jika dia berhak, kami juga berhak. Kami sama-sama warga negara,” ucapnya.

Sementara, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting mengatakan bahwa tambahan peserta terpilih merupakan kuota khusus dari Mabes Polri.

“Tapi kouta itu tidak mengganggu kuota Polda Sumut yang berjumlah 14 orang. Itu kuota khusus,” jelas Sari.

Rina juga mengakui bahwa dirinya tidak mengetahui kuota khusus itu akan diberikan kepada siapa, dan tidak mengetahui siapa ayah dari peserta tersebut. “Saya belum monitor,” lanjut Sari. [Did/MD/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response