Anak Buruh Tani Lulus Terbaik Calon Dokter

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein, M.Hum mengungkapkan dalam Wisuda Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto yang dilaksanakan di Auditorium Graha Widyatama Unsoed pada hari Selasa (10/03/2020) lalu, Marhamdani,S.Ked. lulus S1 Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Unsoed menjadi salah satu wisudawan terbaik.

Tidak terbayangkan sebelumnya, anak seorang buruh tani asal Boyolali ini bisa menyelesaikan kuliah, dan akan menjadi Calon Dokter berpredikat Cumlaude dengan nilai Indek Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna 3,92.  Marhamdani,S.Ked. (22 tahun) anak pertama dari dua bersaudara, yang sehari-harinya akrab dipanggil Marham adalah sosok yang sangat sederhana dari keluarga sederhana memiliki impian besar dan mewujudkannya.

Awalnya Marham anak pasangan buruh tani Sumadi dan almarhumah Ismiranti ini tidak berani mengambil kedokteran sebagai pilihan hidupnya. 

“Semula, saya akan mengambil teknik karena saya tidak berani memilih kedokteran, meskipun memperoleh beasiswa saya khawatir tetap membutuhkan biaya yang besar, " kisahnya.  

Namun atas arahan guru sekolahnya dan didukung Beasiswa Bidikmisi, Marham memberanikan diri memilih Fakultas Kedokteran Unsoed. Selama menempuh pendidikan S1, Marham menjalaninya dengan penuh kesungguhan.  Dengan kesederhanaannya, ia mengayuh sepedanya setiap hari ke kampus dan kembali ke tempat kos.  Rupanya kesederhanaan penampilannya tak sesederhana kecerdasannya.

Dikalangan teman-teman seangkatan Marham terkenal cerdas dan mudah memahami setiap pembelajaran.  Ia juga ringan tangan memberi bantuan kepada teman-temannya jika membutuhkan penjelasan dari pelajaran kuliah yang berlangsung.  Sebaliknya Marham juga merasa beruntung memiliki teman-teman yang baik, terbuka, dan penuh pengertian. 

“Saya sama sekali tidak memiliki kesulitan untuk berproses bersama teman-teman saya, terutama teman-teman seangkatan karena semua saling mendukung, ” ungkapnya.

Salah satu motivasi besar bagi Marham untuk menjadi seorang dokter adalah almarhumah ibunya.  “Ibu saya dulu sakit cukup lama, ibu sempat bilang ingin anaknya menjadi dokter agar bisa membantu orang yang membutuhkan,” katanya.  

Rupanya pesan almarhumah ibunya tersebut menjadi penyemangat untuk terus gigih belajar dan meraih apa yang dicita-citakan.  Meskipun proses pembelajaran di kedokteran tidak mudah, namun Marham dapat mengatur waktu yang dimilikinya dan lulus S1 dalam waktu yang cukup singkat yaitu 3,5 tahun.  Setelah ini Marham akan menjalani pendidikan profesi dokter, dan jika semua lancar maka, kurnang dari dua tahun Marham akan di sumpah menjadi seorang dokter.  Setelah menjadi dokter nantinya Marham berencana kembali ke kampung halamannya dan mengabdi di sana.

Dalam proses yang dijalaninya ini Marham ingin menyampaikan rasa terimakasih kepada Universitas Jenderal Soedirman karena telah diberi kesempatan menempuh pendidikan disini melalui jalur Bidikmisi.  Ia juga berterimakasih kepada Guru-guru SMA N 1 Boyolali yang telah membantu mengarahkannya hingga menjadi akhirnya memilih kedokteran.  

"Tak lupa seluruh teman-teman terutama Jurusan Kedokteran Umum FK Unsoed angkatan 2016 yang telah saling mendukung selama ini, "kata Marham.

Sementara Dekan Fakultas Kedokteran Unsoed, Dr. dr.MM, Rudi Prihatno, M.Kes., MSi.Med, SpAn(KNA) mengatakan dirinya sangat terharu, ternyata Marham berasal dari anak buruh tani, sukses menjadi lulusan terbaik. Dr.dr. Rudi menambahkan bahwa keberhasilan Marham akan menjadi motivasi bagi anak buruh tani lainnya untuk kuliah di kedokteran dan meraih sukses.*(hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response