Anak-Anak Yang Terperangkap Di Mosul Beresiko Dibunuh

 

Matamatanews.com, MOSUL -- Menurut laporan yang dirilis oleh Save the Children, Senin (30/01/2017)  setengah dari 750.000 warga sipil yang terperangkap di barat Mosul ialah anak-anak, yang berisiko dibunuh oleh teroris Daesh jika mereka mencoba melarikan diri.

Organisasi yang berbasis di London desak pasukan Irak, koalisi militer pimpinan AS untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk meminimalkan korban sipil selama operasi pembebasan sisi barat Mosul, 400 kilometer sebelah utara ibukota Baghdad.

“Untuk Anak-anak tidak peduli dari mana bom berasal, yang penting di mana mereka mendarat,” tutur Maurizo Crivallero, Save The Children Irak Country Director.

Menurutnya, dampak senjata peledak di Mosul barat cenderung mematikan dan sembarangan. Kita harus memastikan setiap upaya manusiawi dilakukan untuk melindungi anak-anak dan keluarga mereka dari bahaya.

Situasi di Mosul semakin putus asa, Save the Children mencatat bahwa tiga perempat juta warga sipil tidak memiliki akses ke lembaga-lembaga bantuan serta kehabisan makanan, air dan persediaan dasar.

Petugas medis Irak mengatakan bahwa ada resiko besar bagi keluarga yang mencoba melarikan diri.

“Jika Daesh melihat ada keluarga yang mencoba melarikan diri, mereka akan membunuhnya,” ungkap Petugas medis Irak.

Badan PBB menyalahkan keterlambatan pembayaran dana dari negara-negara donor untuk mengukur. Mosul merupakan kota terbesar kedua yang dikuasai teroris Daesh pada 2014 silam.

Laporan itu muncul beberapa hari setelah Program Pangan Dunia mengumumkan pemotongan 50 persen jatah makanan bulanan terhadap 1,4 juta warga Irak yang mengungsi setelah kampanye militer anti-Daesh. (adith/Berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response