Amerika : Sidik Jari Assad Tertinggal Pada Gas Beracun Suriah

 

Matamatanews.com, SURIAH – Pejabat intelijen Amerika Serikat mengatakan terdapat sidik jari Presiden Bashar al-Assad dalam serangan udara yang diduga menggunakan gas beracun yang terjadi di Idlib, Suriah.

Seperti yang dilansir Reuters, pejabat tersebut mengatakan, “Jika rezim Assad betul bertanggung jawab atas serangan ini, jumlah korban yang sejauh ini dilaporkan akan menjadi insiden serupa terbesar sejak serangan sarin rezim Suriah pada 2013 lalu di Damaskus”.

Selain itu, kepala otoritas kesehatan di Idlib menyebutkan bahwa setidaknya 50 orang tewas akibat serangan kimia tersebut, sementara untuk korban luka-luka mencapai 300 orang lebih. Narasumber dari pemerintah Amerika mengatakan bahwa serangan tersebut menggunakan zat sarin.

“Presiden Obama pada tahun 2012 lalu mengatakan pihaknya akan membuat garis merah terkait penggunaan zat kimia dan tidak melakukan tindakan apapun”, terang presiden Donald Trump. Selain itu, Trump juga mengutuk serangan tersebut dengan mengatakan bahwa Bashar al-Assad menggunakan serangan yang keji. (Atep/CNN/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response