Amerika Sebut Iran Menghapus Bukti Keterlibatannya di TKP

 

Matamatanews.com, WASHINGTON—Jum’at (14/6/2019) militer Amerika Serikat (AS) merilis sebuah video yang menunjukkan pasukan Pengawal Revolusi Iran sedang mengeluarkan sebuah tambang limpet yang gagal meledak dari salah satu kapal tanker minyak yang disasar di dekat Selat Hormuz.Hal itu menunjukkan Republik Islam Iran tengah berusaha untuk menghapus bukti keterlibatannya dari lokasi kejadian.

Angkatan Laut AS sepert dilansir Ala Arabiya dari kantor berita AP bergegas untuk membantu kapal-kapal yang menjadi sasaran peladakan di Teluk Oman di lapas pantai Iran, termasuk terbakar yang terbakat akibat ledakan tersebut.Sejauh ini operator tidak menjelaskan tentang siapa atau apa yang menyebabkan kerusakan terhadap MT Front Altair milik Norwegia dan Kokuka Courageous milik Jepang itu. Yang jelas kapal-kapal tersebut dipenuhi minyak bumi, sedangkan Altair depannya terbakar berjam-jam lamanya hingga menimbulkan asap hitam yang tebal.

Iran membantah terlibat dalam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “klaim tidak mendasark” dalam “kampanye Iranophobia” Amerika Serikat. Namun, Iran sebelumnya menggunakan ranjau melawan kapal tanker minyak pada tahun 1987 dan 1988 dalam “Perang Tanker,” ketika Angkatan Laut Amerika Serikat dikawal ketika melalui wilayah tersebut.

Rekaman hitam-putih, serta foto-foto yang dirilis oleh Komando Pusat militer Amerika Serikat itu, tampak tambang lemas di Kokuka Courageous.Sebuah kapal patroli Pengawal Revolusi ditarik di samping kapal lalu memindahkan tambang tersebut, kata jurubicara Komando Pusat Kapten Bill Urban. "AS dan komunitas internasional siap membela kepentingan kami, termasuk kebebasan navigasi," kata Urban.

“Amerika Serikat tidak tertarik terlibat dalam konflik baru di Timur Tengah. Namun, kami akan membela kepentingan kami. ”Iran sebelumnya membantah keterlibatan melalui pernyataan dari misinya ke PBB.

Serangan yang fajar yang diduga pada Kamis (13/6/2019) sekitar 40 kilometer di lepas pantai selatan Iran itu, Front Altair sarat dengan campuran hidrokarbon yang mudah terbakar yang dibawa dari Uni Emirat Arab hingga kemudian meminta bantuan melalui radio saat trjadi kebakaran.Tidak lamai kemudian, Kokuka Courageous yang sarat dengan metanol dari Arab Saudi dan Qatar, juga meminta bantuan serupa seperti yang dilakukan Front Altair.

Angkatan Laut Amerika Serikat mengirim kapal perusak, USS Bainbridge, untuk membantu, kata Cmdr. Joshua Frey, juru bicara Armada ke-5. Dia menggambarkan kapal-kapal itu ditabrak dalam "serangan yang dilaporkan," tanpa menjelaskan lebih lanjut.Serangan Kamis kemarin itu mirip dengan serangan pada buklan Mei lalu yang menargetkan empat kapal tanker minyak di dekat pelabuhan Emirati di Fujairah.Selain itu, para pejabat Amerika Serikat juga menuduh Iran menergetkan kapal-kapal tambang limpet yang magnetis dan melekat pada lambung. Tambang dinonantifkan tetapi kapal tidak tenggelam.*(cam)

 

sam

No comment

Leave a Response