Amerika Mulai Tarik Pasukan dari Suriah Utara

 

Matamatanews.com, ANKARA—Dalam beberapa hari terakhir, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkonsultasi dengan Sekratris Pertahanan Marka Esper dan Ketua Kepala Staf Gabungan Mark Milley tentang kemungkinan serangan Turki di Suriah, kata juru bicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Selasa (8/10/2019) kemarin.

"Sayangnya, Turki telah memilih untuk bertindak secara sepihak. Sebagai akibatnya kami telah memindahkan pasukan AS di Suriah utara dari jalur potensi serangan Turki untuk memastikan keselamatan mereka. Kami tidak membuat perubahan pada kehadiran pasukan kami di Suriah saat ini, "Juru bicara Jonathan Hoffman mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Seperti dilansir Daily Sabah, Gedung Putih pertama kali mengumumkan mundurnya Suriah dari utara, di mana Turki akan melancarkan operasi perdamaian untuk membersihkan wilayah-wilayah kelompok teror Unit Perlindungan Rakyat (YPG) dan membangun zona aman bagi para pengungsi.

Komentar juru bicara itu muncul setelah Kementerian Pertahanan Nasional mengumumkan bahwa Turki telah menyelesaikan semua persiapan untuk operasi militer di wilayah timur Sungai Efrat di Suriah untuk membangun zona aman.

Turki telah lama menyerukan AS untuk bermitra dengannya dalam perang melawan Daesh (ISIS), sebuah kelompok teroris Ankara telah berupaya untuk membasmi, menangkap dan mendeportasi anggotanya di Turki.

Sejak operasi Euphrates Shield dan Olive Branch dilancar Turki pada 2016 lalu di Suriah barat laut dan membebaskan wilayah itu dari teroris YPG/PKK dan ISIS, sedikitnya 400.000 warga Suriah yang melarikan diri dari aksi kekerasan perang berhasil kembali ke Suriah barat. (bar)

redaksi

No comment

Leave a Response