Amerika Kabarkan Turki ,Kelompok Teroris YPG Sudah Keluar dari Zona Aman di Suriah

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Pihak berwenang Amerika Serikat dikabrkan telah memberitahu Turki bahwa teroris Unit Perlindungan Rakyat (YPG) telah menarik diri dari wilayah zona ama yang ditunjuka di Suriah Utara, kata Kementerian Pertahanan Nasional (MBS) dalam pernyataannya, pada Selasa malam (22/10/2019).Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo telah mengkonfirmasi mundurnya YPG dari wilayah Suriah Utara.

"Turki dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan pada 17 Oktober 2019 mengenai timur laut Suriah dan sebagaimana ditentukan oleh perjanjian itu, Operasi Musim Semi Perdamaian dihentikan selama 120 jam. Kami telah menunjukkan sensitivitas dalam memenuhi semua kewajiban yang kami sepakati,"bunyi pernyataan itu.

Seperti diketahui Turki pada 9 Oktober meluncurkan Operasi Musim Semi Perdamaian untuk melenyapkan teroris dari timur laut Suriah guna mengamankan perbatasan Turki, dalam upaya membantu pengembalian yang aman bagi para pengungsi Suriah sekaligus memastikan integritas wilayah Suriah.

Baru-baru ini delegasi Turki dan Amerika Serikat sepakat untuk menghentikan operasi kontraterorisme Turki di Suriah utara selama 120 jam, dan meminta kelompok teroris PKK/YPG Suriah untuk menarik diri dari zona aman yang telah ditunjuk.

"Dalam ruang lingkup perjanjian yang dicapai antara presiden Turki dan Federasi Rusia di Sochi pada 22 Oktober 2019, kegiatan bersama akan dimulai dengan Federasi Rusia mulai Rabu," tambah pernyataan itu.

"Perjanjian Sochi mencakup artikel-artikel yang menjunjung tinggi keamanan perbatasan Turki dan penarikan unsur-unsur teroris YPG 30 km dari perbatasan kami. Pada tahap ini, tidak perlu lagi melakukan operasi baru di luar wilayah operasi saat ini," kata MSB.

"Turki tidak akan pernah membiarkan koridor teror didirikan di selatan perbatasannya dan perjuangan tegas kami melawan terorisme akan terus berlanjut. Jadi dengan menciptakan koridor perdamaian di daerah itu, kami akan memastikan kembalinya saudara-saudari Suriah yang terlantar secara aman dan sukarela ke rumah dan tanah mereka, "lanjut pernyataan itu.

Seorang pejabat senior Turki mengatakan bahwa pertemuan delegasi Turki dan Rusia di Sochi merupakan pertemuan yang produktif hingga mencapai kesepakatan yang baik terkait situasi di Suriah utara.Sebenarnya sejak tahun 2017 lalu,proses perdamaian Astana untuk mengakhiri konflik Suriah yang dipelopori Turki, Rusia, dan Iran di Nur-Sultan (sebelumnya Astana), di ibukota Kazakhstan pernah dilangsungkan hingga puluhan kali. Namun hasilnya hingga kini masih belum seperti yang diharapkan.

Perang saudara yang terjadi sejak awal 2011 lalu di Suriah, dimulai ketika rezim Bashar al-Assad menindak para pengunjuk rasa pro-demokrasi dengan kekejaman yang diluar dugaan.

"Perjanjian Sochi mencakup artikel-artikel yang menjunjung tinggi keamanan perbatasan Turki dan penarikan unsur-unsur teroris YPG 30 km dari perbatasan kami. Pada tahap ini, tidak perlu lagi melakukan operasi baru di luar wilayah operasi saat ini," kata MSB.(bar)

redaksi

No comment

Leave a Response