Alumni Unsoed Jabat Deputi Bidang Ilmu Kebumian LIPI

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein,MHum. mengemukakan bertambahnya alumni Unsoed yang memdapat kepercayaan sebagai Dirjen di Kementerian, BUMN maupun bidang lainnya, tentunya menjadi modal yang sangat berharga untuk meningkatkan kepercayaan diri bagi semua alumni Unsoed. Untuk itu menurutnya, jika ada alumni Unsoed yang dianggap layak untuk menduduki suatu jabatan penting, maka sebaiknya alumni itu diberi kesempatan dapat menjalankan amanah lebih baik lagi. 

"Dari sekian "banyak" alumni Unsoed yang berhasil menduduki jabatan penting, salah satunya adalah alumni Fakultas Biologi Unsoed Prof.Ocky Karna Radjasa,MSc.,PhD. yang menduduki jabatan di LIPI, "ungkap Einstein.

Prof. Ocky secara resmi dilantik sebagai Deputi Bidang Ilmu Kebumian LIPI pada Senin (14/9) di Auditorium LIPI Jakarta. Sebelumnya dia menjabat sebagai Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kementerian Riset dan Teknologi.

Sementara Prof. Ocky sendiri mengatakan bahwa yang melantik dirinya sebagai Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian adalah Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko.

MENGAMATI TERUMBU KARANG DI INDONESIA

Prof. Ocky yang juga alumni S3 University of Tokyo, Tokyo, Japan ini mengamati tentang kondisi terumbu karang di Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki 85.000 kilometer persegi ekosistem terumbu karang dan representasi dari 14 persen terumbu karang dunia. Namun, di Indonesia hanya kurang dari 7 persen yang kondisinya sangat bagus.

"Berbagai faktor ditengarai sebagai penyebab turunnya kualitas terumbu karang, seperti pencemaran, pengeboman, pemakaian sianida, dan perubahan iklim, termasuk pemanasan global. Pemanasan global yang ditandai dengan peningkatan suhu permukaan air laut memberikan dampak pada ekosistem terumbu karang, seperti terjadinya pemutihan karang, "jelas Prof. Ocky.

Alumni S2 Mc.Master University, Hamilton, Ontario, Canada ini menambahkan bahwa pengetahuan berkaitan dengan penyakit karang yang dikaitkan dengan pemanasan global dan agen-agen penyebabnya sangat diperlukan dalam manajemen penyakit karang. Hal itu terutama berkaitan dengan penyebaran penyakit karang. (hen)

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response