Alumni Talk ke-29 Sukses Digelar "Generasi Cerdas Membangun Strategi Bisnis yang Sukses"

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO - Alumni Fakultas Pertanian Unsoed angkatan 1987 Ir.Ariyananda Susilo, MM. menuturkan bahwa dalam rangka memenuhi Keputusan Kemendikbudristekdikti  No : 754/P/2020 tentang Indikator Kinerja Utama (IKU), yang menyasar pada peningkatan 3 bagian besar di Perguruan Tinggi yaitu Kualitas Lulusan, Dosen, dan Kurikulum Pembelajaran, FISIP Unsoed Menggelar aksi Alumni Talk Seri ke-29, di aula Fakultas ISIP, (25/11/23). 

Gelaran ini mengusung tema "Sukses Berbisnis ala Alumni Unsoed dan Narasi Sosialisasi Kredit Point Mahasiswa”, menghadirkan Alumni Unsoed dan Pengusaha Furniture Ir.Erie Sasmito dan Dr.Tobirin, M.Si., Ketua CDC (Career Development Center) FISIP Unsoed sekaligus Dosen Administrasi Publik dan Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Publik.

Wawang (sapaan Ariyananda Susilo) menjelaskan bahwa ketertarikan civitas akademica dalam menimba pengetahuan tergolong tinggi, ini terlihat dengan kehadiran 85 peserta. Selain itu hadir pula jajaran Dekanat FISIP Unsoed, dan Ketua jurusan dilingkup FISIP yakni Dekan Fakultas Dr.Wahyuningrat,M.Si., Wakil Dekan bidang Akademik, Prof.Dr.Slamet Rosyadi,MSi., Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Dr.Mite Setiansah,SIP.,MSi., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr.Tyas Retno Wulan,SSos.,MSi.,  Sekertaris Jurusan yang ada di lingkungan FISIP serta pengusaha alumni FEB Unsoed Yani Afrianto,SE.

Dr. Wahyuningrat, M.Si selaku Dekan FISIP, menggunakan momen kali ini, untuk mendapatkan insight dalam pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan tantangan pasar kerja di masa depan. 

Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi momen berharga bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi langkah awal untuk lebih mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan industri. 

Dekan Fakultas ISIP Unsoed, Dr.Wahyuningrat,MSi, mengatakan bahwa kampus ini menjadi saksi dari momen yang luar biasa ketika alumni Unsoed, yang telah meraih kesuksesan di bisnis international furniture, kuliner, berbagi sukses story di beberapa bidang lain bersedia berbagi ilmu di kampus.  

Kegiatan Alumni Talk ke-29, adalah program kegiatan positif untuk memberikan dorongan moral dan pandangan yang jelas kepada mahasiswa yang mungkin merasa berada di persimpangan karir. 

“Kuliah praktisi ini merupakan salah satu upaya Fakultas untuk terus menginspirasi mahasiswa dan memperluas wawasan mereka tentang dunia kerja dan bisnis. Disamping itu menjadi upaya membangun antusiasme bersama tentang membangun bisnis yang tangguh, memetakan rencana keberhasilan, dan tata kelola resiko, " ujarnya. 

"Sukses Berbisnis Ala Alumni, semoga menginspirasi mahasiswa dengan pengalaman belajar yang holistik," kata  Ir. Eri Sasmito, alumni Fakultas Peternakan Unsoed angkatan 1986 sekaligus pengusaha. 

Ir.Erie Sasmito menyampaikan materi dengan judul : “Generasi Cerdas Membangun Strategi Bisnis yang Sukses.” Sub Tema :  “Rahasia Pengusaha Sukses : Tata Kelola Resiko dan Fondasi Strategi Bisnis yang kokoh.” Menceritakan kisah sukses, perjalanan hidup dari kampus hingga puncak kesuksesan, memberikan tips praktis, dan kenyamanan strategi-strategi yang dapat diterapkan oleh mahasiswa dalam memulai karir berbisnis mereka sendiri.

Dalam paparannya Erie Sasmito menjelaskan bahwa konteks industri furniture, terdapat berbagai strategi bisnis yang dapat diterapkan untuk mencapai kesuksesan. Beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain:

1. Inovasi Produk : Memiliki produk inovasi yang tidak hanya memperhatikan fungsi dan kegunaannya, tetapi juga memiliki nilai seni dapat membantu bisnis furniture  bertahan lama di industri furniture,

2. Kualitas dan Harga Sebanding : Menjaga kualitas produk sebanding dengan harga yang ditawarkan dapat menjadi strategi bisnis yang efektif dalam menjalankan bisnis furniture,

3. Pemasaran : Memanfaatkan saluran-saluran pemasaran yang efektif untuk mendongkrak penjualan, serta memilih lokasi bisnis yang strategis dan sesuai dengan target pasar,

4. Investasi : Investasi dianggap sebagai kunci kesuksesan pengusaha, dengan sikap mempertahankan kesenangan sebagai prinsip dasar bagi seorang pengusaha,

5. Komitmen dan Adaptasi : Komitmen untuk terus beradaptasi pada tren pasar serta menciptakan inovasi yang dapat membantu kesuksesan sebuah bisnis,

6. Strategi Harga : Menentukan strategi harga yang tepat, mengingat saat ini adalah era bisnis yang fokus pada konsumen sentris,

7. Komitmen dan Kesabaran : Penting bagi setiap mahasiswa untuk memahami toleransi risiko dan tujuan sebelum memutuskan untuk berinvestasi, dengan kesabaran dan pemilihan instrumen investasi yang tepat, setiap orang dapat membangun kekayaan yang akan memberikan kepuasan finansial di masa depan.

"Strategi-strategi tersebut di atas dapat membantu dalam mencapai kesuksesan dalam dunia bisnis furniture, baik dari segi inovlasi produk, pemasaran, investasi, hingga komitmen, dan adaptasi terhadap perubahan pasar.

Materi akan mencakup aspek-aspek kritis seperti inovasi, manajemen risiko, dan keterampilan kepemimpinan yang telah membantu beliau mencapai puncak karir," jelas Ir.Erie Sasmito.

Pada Sesi Tanya Jawab, kata Wawang, "Mahasiswa Terlibat Aktif dan Responsif

Dipandu moderator Ankarlina Pandu Primadata,SSos.,MSi., (dosen ilmu sosiologi pedesaan dan pendidikan) yang dikenal dengan Mba Prima, Panduan moderator, mampu menciptakan suasana yang positif dan memotivasi mahasiswa untuk terlibat aktif dalam pertukaran gagasan.  

Ir.Erie Sasmito merespon dengan ramah, taksis, praktis, dan lugas setiap pertanyaan tanpa meninggalkan aspek-aspek penting. Bahkan memancing Prof.Dr.Slamet Rosyadi, M.Si., bertanya tentang langkah-langkah mencipta gerakan inovatif yang bertujuan untuk menumbuhkan minat Entrepreneur di kalangan mahasiswa dan fakultas. 

Langkah bukan hanya untuk merespons terhadap tuntutan pasar kerja yang dinamis, namun menjadi tekad untuk inovatif di lingkungan kampus. Jawabannya yakni ada beberapa hal teknis yang harus dikreasi oleh Fakultas ISIP antara lain :

 

1. Membangun Kesadaran tentang Potensi Entrepreneur : menekankan bahwa entreprenur bukan hanya pilihan karir, tetapi juga cara untuk mewujudkan ide kreatif mereka,

2. Integrasi Kurikulum dengan Employebility Skill : Mengintegrasikan unsur-unsur Employebility Skill ke dalam kurikulum.  Memberikan pengalaman praktis mahasiswa dan dosen dengan proyek kolaboratif, studi kasus nyata, dan magang industri,

3. Membentuk Klub atau Komunitas Entrepreneur/Inkubator Bisnis : merancang platform untuk bertukar ide, berbagi pengalaman, dan membangun jaringan,

4. Dukungan dari Pihak Akademis dan Industri : Kerjasama dengan perusahaan, mentoring, dan pelatihan,

5. Fasilitasi Pendanaan dan Sumber Daya : bekerjasama dengan perusahaan dalam proyek kolaboratif dan akses ke modal usaha untuk pengembangan prototipe bisnis, adalah rangsangan langkah awal membangun bisnis,

6. Pengakuan dan Penghargaan : Memberikan pengakuan dan penghargaan kepada mahasiswa / dosen yang telah berhasil memulai bisnis mereka sendiri dapat menjadi motivasi tambahan bagi yang lainnya.

"Kesimpulannya seseorang yang memiliki minat menjadi entrepreneur berarti memiliki rasa percaya diri, dapat mengambil resiko, kreatif dan inovatif, disiplin dan kerja keras, berorientasi ke masa depan, memiliki rasa ingin tahu, jujur dan mandiri," imbuh Ir.Erie Sasmito yang juga owner dari PT.Permata Furni.

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Fakultas ISIP Unsoed dan Permata Furni, perusahaan Ir.Eri Sasmito, merupakan ujung acara. Kerjasama ini bukan hanya sebatas bentuk kolaborasi antara akademisi dan industri, tetapi juga sebagai wujud komitmen bersama untuk mengembangkan SDM, khususnya mahasiswa Fakultas ISIP Unsoed. Juga merupakan bagian pelaksanaan MBKM, guna pemenuhan delapan Indikator Kinerja Utama (IKU).

Pada kesempatan ini, Ir.Erie Sasmito memberikan kenang-kenangan berupa buku yang berjudul “The Brilliant Eksporter”  kepada Dekan FISIP.

Setelah penandatanganan PKS, acara dilanjutkan dengan seremoni penyerahan plakat dan souvenir kepada Erie Sasmito, dari Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr.Tyas Retno Wulan,SSos.,MSi serta foto bersama dengan civitas academica.

Wawang menambahkan bahwa pada rangkaian penutupan acara memberikan pesan kuat tentang pentingnya kolaborasi antara akademisi dan dunia industri dalam mengembangkan sektor SDM. Acara tersebut merupakan awal dari kolaborasi yang erat antara FISIP Unsoed dan UD Permata Furni untuk menciptakan peluang baru serta mendorong semangat Bisnis di kalangan mahasiswa dan para pelaku usaha. (hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response