Alih Status Trisakti dari Swasta Menjadi Negeri Tinggal Menunggu Keberanian Pemerintah

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Meski hiruk pikuk politik pesta demokrasi untuk memilih anggota legislatif, dewan perwakilan rakyat daerah, dan Presiden secara langsung telah selesai digelar pada bulan April 2019 lalu, namun upaya alih status Universitas Trisakti (Usakti) dari Swasta menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tampaknya semakin tenggelam.

Sejumlah sumber dan pegiat pendidikan yang ditemui Matamatanews.com mengatakan,  bahwa upaya yang telah diusung selama 16 tahun lebih jangan  tenggelam hanya karena adanya hiruk pikuk politik .Dengan peralihan dari swasta ke negeri, Universitas Trisakti dipastikan akan tumbuh lebih kokoh dan memiliki status yang lebih jelas.

“ Memang tidak mudah untuk menjadikan perguruan tinggi swasta menjadi negeri, tetapi sebagai pegiat pendidikan  saya melihat bahwa Universitas Trisakti telah memenuhi syarat untuk beralih status dari swasta menjadi perguruan tinggi negeri (PTN). Dan pemerintah harus ingat dan tahu bahwa Trisakti memiliki sejarah yang kental terhadap negeri ini, sehingga wajar bila kemudian statusnya harus diperjuangkan menjadi negeri,” kata Imbang Djaja, pegiat pendidikan yang juga pengamat politik dunia Islam kepada Matamatanews.com di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Masih mandeknya alih status Universitas Trisakti dari swasta menjadi negeri menyisakan luka bagi dunia pendidikan.Muncul kesan kuat adanya ketidakberanian pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan kebudayaan untuk menerima usulan Trisakti menjadi Universitas Negeri sehingga setiap tahun usulan tersebut selalu terganjal tanpa alasan yang jelas.

“Jika menilik sejarah Trisakti, pemerintah seharusnya tidak perlu berlama-lama dalam mengambil keputusan untuk mengalihstatuskan Trisakti dari swasta menjadi negeri. Karena universitas ini tidak pernah membebani APBN apalagi menerima subsidi. Seluruh kegiatan kampusnya selama ini dikelola secara profesional dan teliti dari orang-orang handal sehingga operasional belajar mengajar berjalan lancar tanpa kendala,” jelas Imbang.

Dari keterangan berbagai sumber yang ditemui menyebutkan bahwa Universitas Trisakti didirikan tidak dibiayai oleh yayasan manapun, terlebih dimiliki  yayasan maupun oknum tertentu. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa sejak lahir hingga kini Universitas  Trisakti berjalan di administrasikan, dikelola dan diperlakukan sebagaimana lazimnya Universtis Swasta, semisal dalam hal pembiayaan.

Menunggu campur tangan Presiden Jokowi

Meski  upaya  memperjuangkan Universitas Trisakti (Usakti) alih status dari swasta menjadi negeri telah dilakukan selama 16 tahun lebih, namun aneh hingga saat ini upaya tersebut seakan menabrak tembok yang besar. Al hasil sampai saat ini Universitas Trisakti masih berstatus swasta, sehingga terkesan siapapun yang menjadi Presiden terpilih di negeri ini maupun yang ditunjuk menjadi rektor di perguruan tinggi tersebut tidak mampu mewujudkan alih status Trisakti dari swasta menjadi negeri.

Tahun ini merupakan tahun yang paling tepat untuk menjadikan Trisakti sebagai PTN seperti perguruan tinggi lainnya yang di Indonesia, kata  sejumlah sumber yang ditemui di Jakarta , Bandung, Bogor, dan Surabaya . Mereka tidak ingin Trisakti menjadi lahan kepentingan sekelompok orang atau golongan hingga kebisingan kepentingan terus menggerus di kampus tersebut.

Meski  sejauh ini belum ditemukan adanya unsur politik yang mengganjal alih status Universitas Trisakti dari swasta menjadi negeri, namun  rumor yang berkembang menyebutkan, bahwa terganjalnya alih status Trisakti menjadi Negeri karena masih adanya “sikap plin plan” dan keragu-raguan dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga  setiap tahun persoalan alih status Trisakti menjadi negeri selalu mencuat ke permukaan.

“Ya, sejatinya Universitas Trisakti  itu menjadi perguruan tinggi negeri  yang otonom, karena Universitas Trisakti didirikan oleh pemerintah dan sejak kelahirannya dikelola secara otonom oleh manajemen Universitas Trisakti, seperti Senat universitas, Rektorat dan  Pimpinan Universitas Trisakti lainnya tanpa membebani keuangan dan anggaran negara. Aset awal berupa puing-puing Universitas respublica yang telah dinasionalisasi oleh pemerintah, dan sekarang telag berkembang menjadi salah satu Universitas terkemuka di Indonesi dengan infra dan suprastruktur yang sangat memadai dan sudah sangat layak untuk menjadi berstatus Perguruan Tinggi Negeri (PTN),” lanjut Imbang Djaja mengutip “Sekapur Sirih” Reposisi dan Transformasi yang diperoleh media ini.

Imbang menambahkan, sebaiknya  pemerintah berani melakukan langkah kongkrit dengan mengubah status Trisakti menjadi negeri, bahkan bila perlu Presiden Joko Widodo campur tangan dan memerintahkan kementerian pendidikan maupun yang lainnya yang masih terkait dengan dunia pendidikan untuk mempercepat alih status Trisakti yang selama ini telah diperjuangkan selama 16 tahun lebih.

“Karena apapun ceritanya Trisakti didirikan oleh pemerintah, bukan oleh badan atau partai politik manapun. Sehingga wajar bila kemudian muncul dugaan ketidakberanian pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan kebudayaan di dasari keraguan dan kecemasan. Inilah momen dan tahun terbaik bagi pemerintahan Presiden Jokowi untuk menunjukkan ketegasan dan keberaniannya demi kemajuan dan masa depan dunia pendidikan di tanah air,” tegas Imbang.

Lebih jauh Imbang menegaskan, sebaiknya durasi panjang alih status Trisakti menjadi negeri dipersingkat demi menjaga marwah dan wibawa serta citra dunia pendidikan di masa mendatang, dan hal itu hanya bisa dilakukan oleh pemerintah melalui kebijakan maupun keputusan yang final.

Dengan dipercepatnya alih status Trisakti menjadi negeri bukan saja akan menepis dugaan adanya keraguan dan kecemasan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi juga akan menciptakan kepercayaan publib terhadp masa depan dunia pendidikan .Karena apapun judulnya, Trisakti telah teruji dan telah ikut serta dalam mengemban misi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)mencerdaskan kehidupan bangsa terutama dalam dunia pendidikan di Indonesia.

“Sudah saatnya pemerintah memegang kendali sepenuhnya Universitas Trisakti agar tidak terbawa arus liberalisasi. Dan ini saat dan tahun yang tepat bagi pemerintah untuk meluruskan sejarag sekaligus melakukan reformasi, reposisi dan transformasi kelembagaan Universitas Trisakti melalui penegasan status Universitas Trisakti sebagai Perguruan Tinggi Negeri,” pungkas Imbang. (bar)

 

redaksi

No comment

Leave a Response