Aksi Nakal Pengusaha Beras Di Belitung

 

Matamatanews.com, BELITUNG – Oknum pengusaha beras diduga palsukan merek beras untuk meraup keuntungan berlipat. Dalam aksinya, oknum tersebut memindahkan beras merek tertentu ke karung beras merek lainnya yang dianggap lebih menguntungkan.

Ketua Perwabel, Yurman Aben mengatakan, “Berdasarkan laporan informasi  terdapat gudang beras milik pengusaha berinisial Ji, di Desa Aik Raya Kecamatan Tanjungpandan, pengusaha ini penyalur beras kekonsumen diwilayah Belitung dan Belitung Timur, pengusaha ini diduga telah melakukan pemindahan beras dari karung A ke karung merk B”, ujarnya.

Dari hasil pantauan dilapangan, terdapat beberapa pekerja sedang beraktifitas melakukan pemindahan beras tersebut. Namun, ketika akan dikonfirmasikan kepada mereka, mereka justru berlarian keluar dari dalam gudang. Sekitar 5 menit kemudian, salah seorang pekerja datang lagi kedalam dan mengarahkan wartawan kepemilik gudang tersebut.

Kepada Matamatanews.com, pemilik gudang tersebut dengan tenang mengatakan, “Kami sudah lama bekerja seperti ini, melakukan pemindahan beras ke karung beras beda merk, ini kami lakukan berdasarkan pesanan dari konsumen kami di wilayah Belitung Timur,” ungkapnya.

Berdasarkan bukti dilapangan, karung beras merek Beras Kepala Super yang masih tertutup rapi dibuka jahitannya, kemudian dipindahkan ke karung beras kosong merek Beras Pulen Bunga Matahari. Beras-beras tersebut akan dipasarkan dengan harga sekitar Rp. 153.000.-

Yurman juga mengatakan, “Kami minta kepada penegak hukum segera bertindak, dan melakukan pemeriksaan terhadap oknum pengusaha nakal yang melakukan penipuan tersebut dan jelas ini melanggar Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.57 tahun 2001 tentang Badan Perlindungan Konsumen Nasional yang artinya konsumen harus dilindungi,” ungkap Yurman.

Sementara itu, Sekretaris LSM Lintar Belitung, Lubis Riansyah mengatakan, “Pengusaha seperti ini di Belitung ada mafia berasnya, dan bukan rahasia umum lagi. Tapi kok kenapa tidak pernah tersentuh hukum, jelas-jelas mereka telah melakukan tindak pidana, pelanggaran Undang undang RI nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.57 tahun 2001 tentang Badan Perlindungan Konsumen Nasional, apalagi mereka Pengusaha tersebut sudah melakukan penipuan dan pemalsuan menjual beras dengan menggunakan merek lain,” ujar Lubis.

“Menjual beras dengan menggunakan merek lain jelas didalam Undang undang RI No. 15 tahun 2001 tentang merek BAB XIV pada KETENTUAN PIDANA Pasal 90 Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan Merek yang sama pada keseluruhannya dengan merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah), tetapi kasus penipuan terhadap konsumen dalam penjual suatu produk merupakan kasus yang jarang masuk ke meja penyelidikan Kepolisian kenapa ya, kami berharap instansi terkait yaitu Dinas Perdagangan bertindak dan kepolisian menindak lanjut temuan seperti tersebut diatas, karena masyarakat selama ini dibodoh bodohin oleh pengusaha nakal,” tambah Lubis.

Dari pengamatan Matamatanews.com dilapangan, ada beberapa bentuk penipuan yang dilakukan oknum pengusaha nakal diantaranya yaitu :

  1. Menggunakan logo dan merek yang mirip dengan logo dan merek yang sudah  populer.
  2. Menggunakan logo dan merek yang sudah populer sebagai brand image.
  3. Menggunakan nama perusahaan yang mirip dengan nama perusahaan yang populer.
  4. Menjual barang yang memiliki merek populer tapi sparepartnya diganti dengan barang yang murah.
  5. Mengaku sebagai cabang atau bagian dari perusahaan populer.

Hingga berita ini diterbitkan, aktifitas kegiatan tersebut masih berlanjut. ( Ali Hasmara )

sam

No comment

Leave a Response