Akibat Ditutupnya Jl.Pangeran Ayin, Puluhan Kontainer Terpaksa Antri

 

Matamatanews.com, PALEMBANG—Dampak ditutupnya Jl. Pangeran Ayin Palembang untuk dapat dilintasi berbagai mobil berbobot besar pada siang hari membuat ratusan mobil kontainer tertahan dan harus berjajar rapi di sepanjang Jl. Nurdin Panji dan Jl. Soekarno Hatta menunggu pukul 21.00  WIB saat jam yang di ijinkan pihak kepolisian daerah Sumatera Selatan.Pemandangan ini terlihat sudah  lebih dari satu pekan.Hal  tersebut terjadi akibat adanya penentangan perintah Presiden Joko Widodo mengenai lamanya  kontainer menginap  di pelabuhan  

"Sudah  satu minggu lebih  kami terpaksa harus menunggu jam 21.00 WIB dijalan Nurdin Panji ini untuk dapat meneruskan perjalanan ke pelabuhan bom baru dimana kami harus mengantarkan kontainer yang kami bawa.Terhalangnya kami karena ada aturan kami baru dapat melintas ke bombaru untuk mengantarkan kontainer."kata Sodikun salah seorang sopir truk Teronton.(13/8)

"Sejak diberlakukan kebijaksanaan tidak di ijinkan kami melintas dalam kota kami hanya dapat mengangkut kontainer dalam satu harinya satu kali saja sementara selama ini kami bisa sampai tiga kali sehari." keluh Sodikun 

Terpisah Dolah  salah seorang sopir kontainer  mengatakan bahwa tidak kurang dari ratusan kontainer tidak bisa terangkut setiap harinya akibat penutupan jalan yang dilakukan pihak kepolisian. Tidak terangkutnya kontainer-kontainer tersebut  menyebabkan semakin lama waktu bongkarmuat di bom baru. Sementara pemerintah pusat mengintruksikan paling lama hanya tiga  hari. 

"Terhambatnya  bongkarmuat di pelabuhan (dwelling taem) ini sangat bertentangan dengan kebijaksanan yang diambil oleh pemerintah pusat sehingga tidak keliru jika kalau kami terpikir bahwa apa yang terjadi menimpa kami dapat kami duga kebijaksanan kepolisian atau pemerintah daerah bertentangan dengan kebijaksanaan pemerintah pusat ."kata Dolah. 

Sementara itu Kapolda Sumsel  Irjen Pol Drs Firli melalui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi SH MH ketika dikomfirmasi melalui ponselnya  belum memberikan keterangannya.(ibrahim abadui)

 

redaksi

No comment

Leave a Response