Akhirnya Amerika Setuju Lima Ribu Pasukannya Hengkang dari Afghanistan

 

Matamatanews.com, KABUL—Dalam kesepakatan awalnya dengan kelompok Taliban, akhirnya pemerinta Amerika serikat setuju untuk memulangkan lebih dari lima ribu prajurit militernya yang ada di Afghanistan. Seperti dilaporkan BBC, Selasa (3/9/2019) lalu, Kepala Negosiasi Amerika – Taliban, Zalmay Khalidzad dalam wawancara TV menjelaskan rincian kesepakatan antara kedua belah pihak, namun keputusan akhir tetap berada di tangan Donald Trump.

Dalam kesepakatn itu, kelompok Taliban diminta menghentikan serangan terhadap pasukan Amerika Serikat dan negara-negara koalisi. “Jika perjanjian dipenuhi sesuai kesepakatn maka Amerika Serikat akan memulangkan lima batalion dalam 135 hari.”

Sampai saat ini sebanyak 14.000 prajurit AS masih bertugas di Afghanistan.Dilain pihak, kepada BBC juru bicara Taliban membenarkan pernyataan Khalidzad tersebut.

Meski begitu, negosiasi damai AS – Taliban dikhawatirkan tidak menghentikan serangan bersenjata di Afghanistan.Hal ini seperti serangan bom dan kontak senjata di Green Village, Kabul yang terjadi pada hari Senin (02/09/2019). Serangan tersebut menewaskan 16 warga sipil dan melukai 119 lainnya.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Nasrat Rahimi mengatakan bahwa seluruh korban jiwa adalah rakyat sipil.Jubir Taliban, Zabihullah Mujahid mengaku kelompoknya bertanggung jawab atas serangan tersebut.Sampai saat ini, Taliban berhasil memperluas pengaruhnya di Aghanistan pasca agresi AS 2011 silam.Gerakan tersebut juga menolak negosiasi dengan pemerintah Afghanistan yang dianggap boneka AS.

Agresi AS di Afghanistan dimulai sebulan pasca serangan berdarah terhadap gedung WTC 11 September 2001 silam setelah Taliban dilaporkan menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaeda, Osama Bin Laden yang dituding berada dibalik serangan tersebut.

Amerika Serikat lalu meminta koalisi negara Internasional untuk membantu menumbangkan Taliban.Sampai saat ini sebanyak 3500 prajurit koalisi, 2500 dari mereka adalah prajurit AS.Pasca agresi, Taliban justru dapat melebarkan sayapnya di sebagian besar Afghanistan. BBC melaporkan bahwa Taliban aktif di 70% wilayah negeri para Mullah tersebut.(bar)

 

redaksi

No comment

Leave a Response