Akankah Sertifikasi Halal Mempengaruhi Kerjasama Ekonomi Indonesia-Uni Eropa

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Komisioner Uni Eropa untuk masalah Pertanian dan Pembangunan Masyarakat Pedesaan, Phil Hogan mengatakan aturan produk halal di Indonesia akan menjadi perhatian yang penting bagi Uni Eropa. Phil menambahkan,”Kami menghormati urusan agama, tapi kami tidak menerima aturan tak realistis yang mencegah praktek perdagangan Uni Eropa”. Ia juga memberikan apresiasi atas sejumlah langkah pemerintah yang menunjukan upaya untuk mengurangi proteksionisme serta penyederhanaan prosedur impor.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Shinta Widjaja kamdani meminta agar sertifikasi halal pada produk industri untuk tidak menyulitkan para pengusaha. Shinta menambahkan sertifikasi halal ini menjadi sulit karena proses yang dijalankannya dari hulu hingga hilir.

Sementara itu, sertifikasi halal ditakutkan akan mempengaruhi negosiasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dengan Uni Eropa. Oleh karena itu menurut Shinta, harus adanya keseimbangan antara hal yang penting untuk Indonesia dan bagaimana cara kita untuk memanfaatkan pasar luar negeri.

Kepala Sub-Direktorat Produk Halal Kementerian Agama, Siti Aminah mengatakan bahwa anggaran biaya sertifikasi halal untuk usaha mikro dan kecil yang sebelumnya ditanggung pihak pemerintah akan segera ditambah. Biaya untuk pengurusan satu sertifikasi halal senilai Rp 2 juta, apabila angka tersebut dikalikan dengan jumlah usaha mikro dan kecil yang ada di Indonesia akan mencapai angka Rp 114 triliun. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response