Agus Triyanto : "Iseminasi Buatan Meningkatkan Produktivitas Dan Mutu Genetik Ayam Pelung"

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Humas Dies Natalis Fapet Unsoed ke-54 Ir.Alief Einstein, M.Hum mengungkapkan hubungan baik antara alumni dengan almamater ditunjukkan oleh kedatangan tiga orang mahasiswa Fapet Unsoed angkatan 2017 ke kediaman Agus Triyanto,S.Pt alumni angkatan 2011. Ketiga mahasiswa itu adalah adalah Oditya Nur, Risi Iqmalati, dan Tiara Utami.

Mas Agus panggilan sehari hari Agus Triyanto mengatakan ketiga mahasiswa tersebut berencana akan meneliti kualitas spermatozoa ayam pelung dengan memberikan variasi pengencer atau perbandingan campuran pengencer semen agar kualitas yang dihasilkan semakin baik. Dengan adanya penelitian tersebut, Mas Agus berharap hasil yang diperoleh dapat diterapkan pada perkawinan/Inseminasi Buatan (IB)  ayam pelung akan meningkatkan produktivitas dan mutu genetik secara efisien.

Agus Triyanto sendiri adalah pemilik peternakan ayam pelung di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas dan anggota Komunitas Ayam Pelung Barlingmascakeb yang bernaung di Himpunan Peternak dan Penggemar Ayam Pelung Nusantara (HIPPAPN). 

Ketertarikan Mas Agus memelihara ayam pelung berawal dari kunjungannya ke peternakan ayam pelung di Cianjur saat menjadi mahasiswa. Alasan lain dikarenakan ayam pelung merupakan ayam lokal Indonesia asal Cianjur Jawa Barat yang harus dikembangkan dan ditingkatkan populasinya. 

"Ayam pelung memiliki postur tubuh yang tinggi, bahkan satu ekor ayam dapat memiliki bobot sampai 6 kg. Ayam ini juga biasa dinikmati dari keindahan “kokok” atau suaranya yang indah, berbeda dengan ayam tipe berat lainnya yang sebagian besar digunakan untuk ayam aduan, " katanya.

Mas Agus menambahkan harga bibit ayam pelung umur 1 bulan 150.000 rupiah / pasang, 2-5 bulan 250 - 500 ribu rupiah/ekor. Ayam pelung yang sudah mulai "kokok" 250 ribu rupiah sampai jutaan rupiah tergantung kualitas kokok nya.

"Pemasaran ayam pelung biasanya kami lakukan melalui media sosial (facebook/WA) untuk ayam yang jelas keturunanya. Ayam pelung yang berharga jutaan biasanya dikalangan "penghoby" saat Kontes, " imbuhnya.

Lebih lanjut Mas Agus menjelaskan, ayam pelung perlu dikembangkan dan ditingkatkan populasinya agar ayam lokal yang berasal dari Cianjur tersebut akan tetap lestari. Menurutnya, pecinta ayam pelung di Kabupaten Banyumas cukup tinggi sehingga terbentuklah komunitas ayam pelung Barlingmascakeb sebagai wadah untuk memudahkan komunikasi antar peternak. 

"Komunitas ayam pelung Barlingmascakeb beranggotakan kurang lebih 70 anggota aktif yang intens berkomunikasi melalui grup Whatsapp. Saya berharap adanya komunitas ayam pelung Barlingmascakeb dapat meningkatkan populasi ayam pelung di Indonesia, utamanya pemurnian galur yaitu mengawinkan ayam pelung jantan dan betina yang asli, " ungkapnya. 

Komunitas ini menurut Mas Agus diharapkan dapat bersinergi dengan dua bidang pokok yaitu pendidikan dan pemerintahan, yaitu terciptanya bibit unggul ayam pelung hasil pemuliaan dan penelitian bidang pendidikan. Sinergi dengan pemerintahan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat karena adanya kontes akan menarik orang luar untuk berkunjung dan menikmati pariwisata dan kebudayaan unggulan daerah. 

"Dengan adanya kerjasama tersebut, diharapkan komunitas dapat lebih berkembang, dan menjadi sarana untuk mencari ilmu bagi masyarakat," pungkas Mas Agus. (hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response