Agar Tidak Kecewa, Jangan Terlalu Menyalahkan dan Berharap Pada Pemerintah

 

Matamatanews.com, JAKARTA - Sistem konstitusi kita yang berdasarkan UUD 2002 hasilnya seperti saat ini. Tidak ada yang salah pada rezim berkuasa, atau tepatnya rezim berkuasa tidak bisa disalahkan. Semua ada dasar hukum dan aturannya, jadi selagi rezim berkuasa ini mampu menjalankan roda pemerintahan maka siapapun tidak berhak menjatuhkannya, kecuali jika ada di TNI yang mau mencontoh militer Myanmar yang mengkudeta pemerintahan yang sah. Menurut saya rezim berkuasa kita pandai menjaga kekuasaannya SAMPAI DETIK INI, entah besok atau lusa??

TNI, POLRI, BIN, BAIS, KEJAKGUNG, MA, MK, KPK, DENSUS 88, BNPT, dan PAM SWAKARSA semuanya mutlak sudah di tangan rezim berkuasa. Satu - satunya yang bisa membuat semua ini bubar hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala, caranya kita tidak tahu. Sama seperti zaman Soeharto dulu, semuanya sudah ditangan Soeharto, tapi akhirnya beliau jatuh juga. 

Sebagai pengamat saya sampai detik ini belum melihat adanya lubang yang membuat Jokowi jatuh. Selagi gaji semua aparatur negara selalu dibayar tepat waktunya, selama itu pula Jokowi aman.

Satu satunya yang mungkin Allah pakai untuk menjatuhkan Jokowi adalah melalui dana operasi pemerintahan. Jika kas negara kosong dan tidak ada lagi cadangan dana yang dibutuhkan untuk bayar gaji aparatur negara, sehingga pemerintahan lumpuh, disaat itulah Jokowi bisa dilengserkan. 

Saat ini segala cara dipakai Jokowi untuk mendapatkan dana yang dipakai menggaji pegawai sipil dan non sipil. Hanya Allah yang tahu dapat dari mana dana - dana yang dipakai Jokowi tersebut, mungkin setelah lengser nanti semua asal muasal dana - dana yang ada sekarang akan ketahuan. Pemerintah yang baru akan menerima beban yang dibuat dan ditinggalkan pemerintahan Jokowi. 

Saya perkirakan pemerintah yang baru akan kesulitan mendapatkan dana untuk operasionalnya, selain ekonomi dunia belum pulih, ekonomi kita pun masih tiarap semua.

Vaksinasi yang baru selesai tahun 2023 atau bahkan 2024, mengharuskan diberlakukannya protokol kesehatan terus menerus. Akibatnya ekonomi yang saat ini terpuruk “mungkin” akan menjadi lumpuh total. Hanya sebagian kecil saja pengusaha yang bisa bertahan, yang lain akan berguguran dan semua pegawainya di PHK (pemutusan hubungan kerja), mereka akan bergantung pada Bansos (bantuan sosial) dari pemerintah. Intinya “selama protokol kesehatan masih diberlakukan akan semakin parah dan tiarap”. Keadaan saat ini saja sudah parah sekali, padahal protokol kesehatan baru berjalan 11 bulan, bisa dibayangkan jika berjalannya sampai 3 tahun, saya yakin semua akan ambyar.

KENAPA SAYA TIDAK OPTIMIS ?

Saya selalu berpikir tegas saja, rasional dan logis, ini bukan masalah optimis atau pesimis, jadi bagi yang beda pendapat dan cara berpikirnya dengan saya silakan saja berjalan dengan keyakinannya. Berdasarkan pengalaman setahun terakhir ini saya meyakini bahwa masalah yang ada jauh lebih besar daripada yang terpantau dipermukaan. 

Masalah - masalah ini sama dengan Pandemik COVID-19 yang pada awalnya dianggap sepele, akhirnya tiap hari ribuan orang terdeteksi positif COVID-19.

Sama halnya dengan bidang ekonomi, semua ramalan dan perhitungan para pejabat terkait ambyar semua, akhirnya mengaku bahwa kita masuk resesi. 

Masalah yang juga akan jadi bom waktu adalah masalah politik, saat ini Jokowi masih kuat, sehingga semua pihak menghindar tabrakan langsung dengannya. Tapi tahun depan dimana Jokowi makin kelihatan kelemahannya, semua parpol pendukungnya akan manuver sendiri - sendiri agar dapat simpati dari rakyat. 

Bom waktu yang saat ini dibiarkan ada di segala bidang, tahun depan akan diledakkan satu persatu demi meraih simpati rakyat, ” terutama ummat Islam”. Saya tidak pesimis atau menakut nakuti, dari peristiwa masa lalu yang belum terlalu lama, Soeharto yag sangat kuat saja bisa jatuh. Kemudian Gus Dur yang didukung NU juga jatuh, jadi Jokowi yang tidak punya apa - apa, akan sendirian menghadapi semua yang benci pada dirinya.

KEMANA TNI DAN POLRI NANTI ?

Para perwira tinggi TNI dan POLRI yang paham situasi akan mengambil sikap netral, segala macam intervensi yang selama ini mereka lakukan akan berhenti total. Mereka akan menunggu rezim baru yang akan berkuasa, mereka juga berhitung dengan cermat, karena salah langkah bisa - bisa hanya membuat mereka jadi Perwira Tinggi (pati) di MABES saja.

APA SOLUSI YANG HARUS KITA LAKUKAN ?

Hadist Nabi mengatakan, “utamakan selamatkan diri dan keluarga masing-masing” . Bagi kita yang tidak ada kaitannya dengan pemerintah sebaiknya fokus cari uang saja. Kemungkinan besar keadaan tidak menjadi lebih baik. Selain faktor yang terkait manusia, ada faktor yang tidak bisa kita kontrol, seperti COVID-19 yang terus menerus bermutasi, cuaca ekstrim yang bisa terjadi tiap saat, gempa bumi, gunung meletus, angin puting beliung, banjir, kebakaran hutan dan lahan, longsor, tanah bergerak, lumpur seperti Lapindo dan berbagai penyakit baru akan menjadi bencana bagi manusia. Semua adalah Allah yang datangkan menurut keyakinan orang beriman. 

Bagi para pengusaha yang sudah terbelit hutang atau politikus yang sudah tersandera, silakan renungkan sendiri jalan keluarnya. Siapa yang menabur angin dia yang menuai badai. Nanti hanya rakyat yang bisa bertahan melalui semua ujian dari Allah, saran saya pada semua pihak,  KEMBALILAH KE JALAN ALLAH SUBHANAHU WA TAALA. Karena setahu saya hukuman Allah zaman ini sangat cepat datangnya. Lihat saja Edhy Prabowo, Juliari Batubara dan Nurdin Abdullah. Baru menjabat sudah masuk penjara. Naudzu billah min dzaliq. (Penulis : Abdurrahman Imbang Djaja Chaerul- pengamat ekonomi Islam)

 

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response