784 Mahasiswa KKN Unsoed Siap Mengabdi Di Delapan Kabupaten

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi salah satu bentuk pembelajaran dan memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa ditengah-tengah kehidupan masyarakat. " Mahasiswa KKN didorong untuk mengadakan kegiatan lintas disiplin ilmu dengan teman dari pelbagai fakultas, maupun melakukan diskusi, bertukar fikiran dan pengalaman dengan teman maupun masyarakat, "ungkap Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum.

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto kembali memberangkatkan sejumlah mahasiswa untuk melaksanakan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program KKN merupakan salah satu realisasi dari visi pengembangan sumber daya pedesaan berkelanjutan.

Pada periode KKN Januari – Februari 2020 ini Unsoed siap menerjunkan 784 mahasiswa ke desa-desa untuk mengabdi melalui KKN yang bertemakan "Melalui KKN UNSOED Kita Tingkatkan Pelestarian Lingkungan Berkelanjutan”.

Bertempat di Gedung Auditorium Graha Widyatama, Selasa (14/1) Unsoed melaksanakan upacara pelepasan KKN periode Januari – Februari 2020. 

Ketua Lembaga Penelitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed Prof.Dr.Rifda Naufalin,SP.,MSi, melaporkan bahwa dalam pelaksanaan program KKN Tematik Unsoed periode ini, KKN dimulai tanggal 15 Januari 2020 – 18 Februari 2020 selama 35 hari di beberapa kabupaten meliputi Kabupaten Banjarnegara, Pemalang, Pekalongan, Purbalingga, Brebes, Cilacap, Banyumas, dan Tegal. Total desa yang menjadi lokasi pelaksanaan KKN adalah 74 Desa.

“Jenis KKN yang dilaksanakan yaitu KKN Tematik Pemberdayaan Masyarakat. Dalam KKN ini dilaksanakan penanaman 40 ribu bibit pohon penghijauan di 37 desa lokasi KKN Kecamatan Madukara dan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan penghijauan dilakukan melalui kerjasama dengan "Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai  Serayu, Opak, dan Progo”, jelas Ketua LPPM Prof.Dr.Rifda.

Sementara Wakil Rektor Unsoed Bidang Akademik Prof.Dr.Ir.Akhmad Sodiq,MSc.,Agr. membacakan sambutan Rektor, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki salah satu kekhasan, yakni negara dengan lanskap utama adalah perdesaan.  Hal ini ditandai dengan lebih 80% daerahnya secara kewilayahan berada di desa.  Tentu saja ini merupakan potensi yang luar biasa untuk dikembangkan, mulai dari aspek sumberdaya alam, manusia serta kehidupan sosial dan tradisi budayanya.

“Dibutuhkan komitmen bersama dari semua pemangku kepentingan, untuk ambil bagian dalam mengaktualisasikan potensi yang ada, sehingga masyarakat perdesaan menjadi mandiri dan sejahtera, " ungkap Rektor. 

Lebih lanjut Rektor menyampaikan Unsoed sebagai perguruan tinggi yang memiliki kekhasan sebagai pusat pengembangan sumberdaya perdesaan dan kearifan lokal. “Salah satu bentuk keberpihakan kita adalah dengan menjadi bagian dari meningkatkan potensi yang dimiliki di perdesaan melalui pendekatan lingkungan yang berkelanjutan," jelas Rektor.

Rektor menambahkan bahwa isu lingkungan harus dibangun secara preventif, karena ketika kerusakan lingkungan telah terjadi, maka dampak sosial, ekonomi, psikologi, budaya yang terjadi akan sangat menghabiskan energi serta sumberdaya untuk memulihkannya.  Berkenaan dengan hal tersebut, Rektor berpesan kepada para mahasiswa yang akan terjun ke masyarakat, agar mengkampanyekan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan pada masyarakat.*(hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response