2 Orang Mahasiswa Berprestasi Di Fapet Unsoed

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Humas Dies Natalis ke-54 Fapet Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum mengungkapkan, Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Dr.sc.agr.Ir. Yusuf Subagyo,MP. menunjuk Robingatun Marzukoh (program S1) dan Kentri Haruming (Program D3) sebagai Mahasiswa Berprestasi Fapet Unsoed. 

Dr.sc.agr.Yusuf, alumni Program S3 Georg-August University, Goettingen, Germany ini berpesan kepada Mapres Fapet tahun 2020, Please do the best and pray to Allah SWT so that you can achieve the best result (Berusahalah dan laksanakan tugas ini sebaik-baiknya dan jangan lupa berdoa, sehingga anda mendapatkan hasil yang terbaik).

Sementara Einstein menambahkan Mapres adalah mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi tinggi, baik di bidang kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler sesuai dengan kriteria yang ditentukan. 

Di bawah ini figur Mahasiswa Berprestasi (MAPRES) baik program sarjana maupun diploma Fakultas Peternakan Unsoed :

1. Robingatun Marzukoh Mapres S1 Fapet

Robingatun Marzukoh (Ikoh) anak buruh tani dari Kebumen ini mendapatkan beasiswa selama kuliah di Unsoed, di antaranya Bidik Misi dan Kader Surau YBM Bank BRI. Saat ini Ikoh tengah menjalani kuliah  semester 6 di Fapet Unsoed.

Perjalanan Ikoh hingga dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Program S1 Fapet tidaklah mudah. Dia harus mengalahkan 5 dari 6 peserta. Usaha yang ia lakukan adalah mempersiapkan berkas untuk pendaftaran mulai dari persiapan CV, karya tulis ilmiah, dan penghargaan seperti Juara 1 lomba baca puisi dalam rangka peksimitas. Sedangkan pengalaman organisasi adalah Bendahara HMPS S1 2018/2019, Bendahara Salam Fapet Unsoed 2019,  Staf media KMNU Unsoed 2019/2020, Bendahara UKKI Unsoed 2020, dan Koordinator Club Informasi Beasiswa Kabupaten Kebumen 2019.

Ada yang berbeda dari Ikoh dibandingkan peserta Mapres lainnya, dia menjadi salah satu mahasiswa yang terpilih seleksi Pertukaran Mahasiswa Nusantara 2019. Ketika itu Ikoh sempat kuliah satu semester di Fakultas Pertanian Unversitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarbaru Kalimantan Selatan. Kesan Ikoh saat kuliah di ULM, dia sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan. 

"Dengan mengikuti program pertukaran ini, saya dapat mengenal budaya dan sistem belajar di sana, mengenal teman baru, dan mendapat pengalaman baru tentunya, " kata Ikoh.

"Indonesia itu luas, banyak kebudayaan yang perlu kita jaga dan lestarikan, kalau bukan kita selaku generasi muda siapa lagi. Carilah pengalaman sebanyak banyaknya karena pepatah mengatakan, pengalaman adalah guru yang terbaik, " pesannya.

Adapun tahap seleksi yang dilakukan di tingkat Fakultas yakni penilaian KTI yang terdiri dari penulisan makalah dan presentasi, Tes Kemampuan Bahasa inggris, Pengetahuan Umum dan Keorganisasian.

"Sebenarnya, dari awal tidak pernah terlintas di pikiran menjadi Mapres, saya hanya mencoba untuk menambah pengalaman dan untuk memacu diri dalam berkompetisi, "katanya.

2. Kentri Haruming, Mapres D3 Fapet

Tujuan Kentri Haruming (Kentri) mengikuti ajang Mapres adalah dirinya merasa tertantang dengan kemampuannya. Sebelumnya tahun 2019 dia berhasil memenangkan lomba debat peternakan nasional di Undip. Ditambah lingkungan yang mendukung, akhirnya Kentri memberanikan diri.

Awalnya Kentri mencoba mencari relasi dengan dosen pembimbing, terpilihlah ibu Yusmi dari Lab.Ekonomi. Kebetulan dia memiliki kesesuaian dengan bidang KTI yang tengah digarap.

Kedua, pengalaman organisasi antara lain, Anggota lpm Husbandry 2019-2020, Pengurus Ismapeti wilayah 3 Jateng DIY (staf advokasi dan keilmuan).

Ketiga, penghargaan yang pernah diperoleh, diantaranya Best speaker Lomba Debat Nasional Peternakan Timpinas 2019, Juara harapan 1 Lomba Debat Nasional Peternakan Timpinas 2019.

Keempat, Karya Tulis Ilmiah berjudul Adaptasi Pola Kerjasama Congeneric Merger pada Usaha Peternakan Rakyat di Wilayah Pedesaan.

Akhirnya Kentri mengikuti tahapan mulai dari persiapan pembuatan KTI, konsultasi dengan pembimbing, proses revisi hingga tahap pemilihan mapres.

Kentri memiliki ketertarikan di bidang public speaking dikarenakan dirinya mempunyai pekerjaan sampingan menjadi campus leader dari student ambassador cicil.co.id untuk Unsoed.

Jenis pekerjaan ini berupa start up di bidang keuangan yang memberikan fasilitas cicilan biaya perkuliahan dan barang penunjang perkuliahan. Disini dia bertugas sebagai campus leader dari 30 orang ambassador. Ambassador  tugasnya sebagai branding produk cicil kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa unsoed. Cara brandingnya di antaranya mengisi berbagai acara talkshow atau acara yang dibuat oleh UKM ataupun kegiatan kemahasiswaan lainnya. Tugas personal Kentri selain melakukan branding adalah evaluasi kinerja ambassador lain serta memprediksikan pangsa pasar kedepannya. 

Dari pengalaman kerja sampingan itulah mempermudah Kentri melakukan presentasi saat ajang Mapres  berlangsung, yang akhirnya terpilih Mapres untuk mewakili Program D3 Fapet Unsoed. (hen/berbagai sumber)

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response