13 Orang Tewas Dalam serangan Rudal di Ganja, Azerbaijan

 

Matamatanews.com, BAKU—Tiga belas orang dikabarkan tewas dalm serangan rudal di kota Ganja, Azerbaijan, kata KementerianSituasi Darurat Azerbaijan pada hari Sabtu (16/10/2020) kemarin seperti dilansir Kantor Berita Resmi Rusia,Tass.

"Mayat 13 korban telah dipindahkan dari puing-puing, 52 orang terluka," kata Kementerian itu, seraya menambahkan bahwa pencarian dan penyelamatan masih terus berlanjut.

Earlier, Kantor Kejaksaan Azerbaijan melaporkan sedikitnya 12 orang tewas dalam serangan rudal di kota Ganja, Azerbaijan. Akibat serangan rudal di pusat kota Ganja sekitar pukul 01:00 waktu setempat, pada 17 Oktober, 12 orang tewas , dan lebih 40 warga sipil terluka. Bangunan dan infrastruktur sipil maupun transportasi mengalami kerusakan berat.

Bentrokan baru antara Azerbaijan dan Armenia meletus pada 27 September 2020 lalu, dengan pertempuran sengit berkecamuk di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh. Daerah itu mengalami kekerasan pada musim panas 2014, April 2016, dan Juli 2020 lalu. Azerbaijan dan Armenia telah memberlakukan darurat militer dan melancarkan upaya mobilisasi. Kedua pihak yang terlibat konflik telah melaporkan adanya korban yang berjatuhan, di antaranya adalah warga sipil.

Konflik atas Nagorno-Karabakh, wilayah sengketa yang pernah menjadi bagian dari Azerbaijan sebelum pecahnya Uni Soviet, tetapi sebagian besar dihuni oleh etnis Armenia, pecah pada bulan Februari 1988 setelah Daerah Otonomi Nagorno-Karabakh mengumumkan penarikannya dari Soviet Azerbaijan Republik Sosialis. 

Pada 1992-1994, ketegangan memuncak dan meledak menjadi aksi militer skala besar untuk menguasai daerah kantong dan tujuh wilayah yang berdekatan setelah Azerbaijan kehilangan kendali atas mereka. Pembicaraan tentang penyelesaian Nagorno-Karabakh telah berlangsung sejak tahun 1992 di bawah OSCE Minsk Group, dipimpin oleh tiga ketuanya - Rusia, Prancis dan Amerika Serikat. (bar/tass/berbagai sumber)

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response