13 Orang Tewas dalam Serangan berdarah di Barcelona

 

Matamatanews.com, BARCELONA—Sebuah van menyusup melalui kerumunan wisatawan di jalan paling terkenal di Barcelona pada Kamis (17/8/2017) kemarin, menewaskan sekitar 13 orang dan 80 orang lainnya terpaksa dibawa ke rumah sakit. Serangan itu menambah daftar berdarah yang dilakukan sekelompok orang dengan menggunakan mobil van diruang terbuka seperti jalan raya dan pejalan kaki. Meski belum diketahui seberapa banyak  penyerang yang terlibat dalam insiden Barcelona, namun dua orang telah ditangkap untuk dimintai keterangannya, kata Kepala Wilayah Spanyol  Catalonia, Carles Puigdemont.

Pihak keamanan setempat tidak menampik bahwa insiden Barcelona sebagai serangan teroris, karena dilakukan di jantung kota Barcelona. Sementara itu, ISIS sendiri mengklaim bahwa insiden tersebut dilakukan oleh tentara Negara Islam sebagai tanggapan atas seruan untuk menargetkan negara-negara koalisi pimpinan Amerika Serikat. Pernyataan ISIS tersebut sejauh ini belum bisa diverifikasi kebenarannya.

Ini adalah serang paling mematikan di Spanyol sejak Maret 2004, ketika teroris Islam radikal memasang bom di kereta komuter di Madrid, menewaskan 191 orang dan melukai lebih dari 1.800 orang. Seorang saksi mata Tom Gueller kepada BBC mengatakan, bahwa dia mendengar teriakan dan sedikit benturan.

“ Lalu saya melihat kerumunan orang berpisah dan van itu meluncur kencang di tengah Ramblas dan saya segera tahu bahwa itu adalah serangan teroris,” kata Tom Gueller. Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy di Twitternya menulis,, bahwa dia  sedang dalam perjalanan menuju Barcelona ketika insiden itu terjadi.

“ Koordinasi maksimal untuk menangkap pelaku penyerangan, perkuat keamanan dan perhatikan semua yang terkena dampaknya,”kata Mariano Rajoy. Insiden itu berdarah itu  seperti ditulis media setempat, van itu melaju zigzag dengan kecepatan tinggi menyusuri jalan Las Ramblas yang terkenal sebagai magnet bagi wisatawan.

Rekaman ponsel yang diposting di Twitter menunjukkan beberapa mayat berserakan di sepanjang Ramblas, beberapa tak bergerak. Paramedis dan saksi membungkuk di atas mereka, merawat mereka dan mencoba menghibur mereka yang masih sadar.

"Kami melihat sebuah van putih menabrak orang-orang. Kami melihat orang-orang terbang karena tabrakan, kami juga melihat tiga pesepeda terbang," kata Ellen Vercamm, yang sedang berlibur di Barcelona, kepada surat kabar El Pais. " Mobil itu sama sekali tidak melambat, hanya berjalan lurus di tengah kerumunan orang di tengah Ramblas," imbuhnya. (cam/the epoch times/snd/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response