10 Tentara Suriah Tewas Diserang Israel

 

Matamatanews.com, BEIRUT—Sedikitnya 10 tentara Suriah tewas dan sejumlah lainya mengalami luka-luka akibat diserang pasukan Israel di selatan negara tersebut, demikian dilaporkan media lokal pada ahad (2/6/2019) kemarin. Kantor berita SANA mengutip seorang pejabat militer yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa  serangan dilakukan pasukan Israel di wilayah selatan Quneitra, dekat Dataran Tinggi Golan yang selama ini diduduki negara zionis itu. Akibat serangan tersebut sejumlah gedung dan fasilitas fital lainnya mengalami kerusakan.

Seorang juru bicara militer Israel mengkonfirmasi lewat twitter bahwa pihaknya menargetkan sejumlah posisi militer di Suriah. Ia mengatakan bahwa target tersebut termasuk dua baterai artileri, beberapa pos pengamatan,intelijen dan unit pertahanan udara SA2.

Sebuah pernyataan militer mengatakan bahwa rezim Suriah meminta pertanggungjawaban “atas setiap tindakan yang diambil Israel,”, sementara itu Perdana Menteri Benyamin Netanyahu menegaskan kembali kebijakan Israel untuk “menanggapi secara paksa setiap agresi terhadap kita.”

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berpusat di Inggris, mengatakan pesawat tempur Israel menyerang posisi dan depot senjata pasukan Iran serta pejuang Hizbullah Libanon.

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah militer Israel mengatakan dua proyektil ditembakkan dari Suriah ke Dataran Tinggi Golan.Militer Israel mengatakan hari Sabtu tidak ada laporan korban atau kerusakan. Sedangkan media Israel mengatakan bahwa peringatan sirene terhadap roket yang masuk tidak diaktifkan.

Israel mengakui telah melakukan puluhan serangan udara di Suriah dengan target Iran dan sekutu Teheran.Pekan lalu, pesawat Israel menabrak pos militer Suriah setelah militer mengatakan rudal anti-pesawat ditembakkan ke salah satu jet tempurnya. Serangan udara itu seperti dilaporkan media Suriah menyebabkan satu tentara meninggal dunia.

Israel mengatakan tidak akan mengizinkan Iran, yang telah mengirim pasukan untuk membantu Presiden Bashar Assad dalam perang saudara Suriah untuk membangun kehadiran militer permanen di Suriah. Selama bertahun-tahun Israel berdiam diri terhadap serangan dan proksi Syi’ahnya yang beroperasi di Suriah.Namun entah mengapa dalam beberapa bulan terakhir para pemimpin militer dan politik menjadi semakin terang-terangan terhadap kegiatan ini.(bar)

sam

No comment

Leave a Response