10 Tahun Lagi Kemungkinan Umat Islam Indonesia Bisa Seperti di Dubai

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Pemerintahan Jokowi sangat besar jasanya dalam membuka mata dan kesadaran umat Islam Indonesia. Mereka sekarang sangat paham bahwa mereka lemah, terpecah belah, kalah pintar, miskin dan takut matiI.Dizolimi maupun dikrimanlisasi pun oleh musu-musuhnya, umat Islam tidak bisa berbuat apa pun.

Menurut saya umat sudah sangat bagus dalam menyadari kemampuan dan keadaannya, tinggal tunggu ada atau tidak kader - kader Islam yang mampu menjadi pemimpin Islam. Tidak usah muluk - muluk, cukup seperti Habib Rizieq Shihab saja, juga tidak perlu banyak - banyak, cukup 1-2 orang saja. Kenapa cukup maksimum 2 orang saja? Karena umat Islam sudah paham bagaimana kuat, cerdas dan teganya musuh - musuhnya, jadi umat Islam sudah sangat paham cara mengalahkan musuh - musuhnya tersebut. Tinggal tunggu pemimpin yang berani mati , cerdas, disayang umat serta dibela Allah.

CERDAS - DISAYANG UMMAT - DIBELA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA

Cerdas, Disayang Umat, dan Dibela Alloh Subhanahu wa ta'ala.Saat ini menurut pengamatan saya tokoh - tokoh dan ulama Islam yang ada kualitas kepemimpinannya dalam medan juang yang keras jauh dibawah kualitas Habib Rizieq Shihab. Para ulama dan tokoh Islam yang ada sebagian saya lihat sudah "masuk angin", mereka juga tidak terlalu dipercaya oleh mayoritas umat Islam yang sedang didzalimi baik langsung maupun tidak langsung.Bukan musuh - musuh Islam yang kuat, tapi ummat Islamnya yang lemah. 

Ada ratusan atau mungkin ribuan kelompok Islam di Indonesia, masing - masing jalan sendiri - sendiri dan tidak peduli dengan saudara - saudaranya yang seiman. Jadi pada hakekatnya umat Islam hanya banyak jumlahnya, tapi kemampuannya sebatas kemampuan per kelompok saja. Dibandingkan dengan kelompok Nasrani dan Cina, maka tiap kelompok umat Islam kalah jauh oleh kelompok mereka. Maka tidak heran jika semua yang enak - enak jatuh pada kelompok dan umat tertentu. 

Seandainya ada ummat Islam yang duduk di posisi sangat vital, bisa dipastikan mereka hanya boneka dari kelompok dan kaum agama tertentu. Bukan salah umat Nasrani atau etnis Cina menjadi penguasa IPOLEKSOSBUD HANKAM di Indonesia, yang salah umat Islam sendiri yang jauh dari kompak. 

BAGAIMANA MENGATASI MASALAH INI?Ummat Islam bisa menjadi pemimpin di muka bumi jika mempraktekkan ajaran Islam secara Kaffah (total). Teorinya sangat mudah tapi mempraktekkannya sangat sukar. 

Contoh ideal yang harus dicopy secara total adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam                . Jadi ‘jika ada orang Islam yang mau membangkitkan umat Islam’, maka yang bersangkutan ‘harus paham’biografi Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Tanpa paham biografi Rasulullah bagaimana mau menirunya? Hal yang wajib diketahui juga adalah ‘semua isi Al Qur’an’, sehingga semua perbuatannya mutlak sesuai ajaran dalam Al Qur’an.

Jika sudah sangat paham Al Qur'an dan As Sunnah, hal yang juga harus dimiliki adalah ‘keyakinan total’ bahwa Al Qur'an dan As Sunnah benar - benar datangnya dari Allah Subhanahu wa ta'ala .

Jika ‘sudah yakin’, otomatis yang bersangkutan ‘pasti berani mati’. Insya Allah jika dia dipilih Allah   Subhanahu wa ta'ala menjadi ALATNYA untuk kebangkitan Islam, maka ‘semua fasilitas dan bantuan’akan Allah Subhanahu wa ta'ala  datangkan. 

Coba lihat apa bantuan Allah Subhanahu wa ta'ala  pada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, seperti itu jugalah bantuan yang akan diperoleh ‘hamba Allah yang dipilih Allah’ Subhanahu wa ta'ala, disesuaikan dengan medan perang modern saat ini. Wallahu a'lam bissawab.(Penulis : Imbang Djaya, Pengamat Ekonomi Islam)

 

redaksi

No comment

Leave a Response