‘Lubang Hitam’ di Samudra Milik Rusia

 

Matamatanews.com, RUSIA – Kapal selam terbaru Rusia telah hadir memperkuat daya tempur Armada Laut Hitamnya. Empat kapal selam disel-elektrik terbaru Varshavyanka (Proyek 636.6) ini telah beroperasi di Laut Hitam dan dua kapal lainnya akan bergabung pada November mendatang. Saat ini, kapal-kapal tersebut masih menjalani uji coba di Teluk Finlandia dan Laut Baltik. Kapal selam buatan Rusia ini merupakan kapal laut paling senyap di kelasnya, dan mendapat julukan ‘lubang hitam’ di samudra.

Varshavyanka (Proyek 636.6) merupakan kapal selam disel-elektrik generasi ketiga, yang dikembangkan di Biro Desain Rubin dengan menggunakan kapal selam Paltus sebagai dasarnya. Tetapi dalam sistem elektronik dan efektivitas tempur kapal tersebut dipertajam. Selain mempertajam pada kedua sistem tersebut, kapal selam ini juga mendapat tambahan sistem radio-elektronik dan hidroakustik terbaru.

Kapal ini mempunyai panjang 74 meter dan lebar 10 meter, dengan bobot tak lebih dari empat ribu ton, kapal selam ini masih tergolong kecil. Tekanan lambung kapal tersebut di desain pada kedalaman 240 meter, dan untuk keperluan operasi militer kapal tersebut mampu menjelajah pada kedalaman maksimalnya 300 meter.

Dalam sistem penggerak, Varshavyanka dilengkapi dengan dua generator disel bertenaga 1.500 kuda, satu motor elektrik pendorong, serta satu motor elektrik ekonomi. Selain itu kapal selam ini memiliki dua mesin disel yang stand-by dan dua set baterai elektronik. Kecepatan maksimal kapal selam ini mencapai 17 knot (sekitar 30 kilometer per jam) di permukaan laut, dan mencapai 20 knot pada saat menyelam.

Kapal selam ini di bekali senjata utama yakni rudal jelajah Kalibr. Sementara, di bagian hidung Varshavyanka enam tabung torpedo berukuran 533mm siap diluncurkan. Perangkat perang lainnya yang dimiliki Varshavyanka terdiri dari, 18 torpedo atau 24 ranjau dan rudal jelajah Kalibr-PL yang mampu menghantam target sejauh 2.000 km.

Varshavyanka mampu mendeteksi kapal musuh pada jarak maksimal, mendekati dan memantau mereka tanpa terekspos dan jika perlu senjata-senjata canggih bisa mereka kerahkan. Tugas utama Varshvyanka ialah melindungi markas marinir dan rute laut, dan menyerang kapal selam musuh ataupun kapal laut musuh. Kapal ini juga dapat melakukan misi pengintaian dan patroli laut, dan menghantam infrastruktur pesisi menggunakan rudal jelajah.

Galangan Kapal Sankt Petersburg telah membangun sebuah keluarga yang terdiri dari enam kapal selam untuk Armada Laut Hitam. Tiap kapal diberi nama berdasarkan nama-nama kota yang dinobatkan sebagai Kota Kejayaan Militer, antara lain Novorossiysk, Rostov-na-Donu, Stary Oskol, dan Krasnodar. Kapal kelima (Veliky Novgorod) dan keenam (Kolpino) diberi nama sesuai kota kuno Rusia di sebelah barat laut negara dan pinggiran Sankt Peterburg.

Pada acara Forum Army 2016, yang diselenggarakan di luar kota Moskow pada awal September silam, produsen kapal mendapat pesanan enam gelombang kapal selam untuk Armada Pasifik yang di bangun pada periode 2019-2021. Di Pasifik, Varshavyanka akan memperkuat potensi tempur AL Rusia, mereka mampu mengarungi perairan internasional Laut Cina Selatan dan Laut Jepang, ‘dengan sunyi’ memantau perkembangan terbaru wilayah tersebut.

Sebelumnya, kapal ini telah memamerkan kemampuan tempur mereka dalam aksi nyata pada Desember 2015 lalu saat operasi militer Rusia di Suriah. Kapal selam Rostov-on-Don submarine (B-237) menembak satu putaran misil jelajah Kalibr-PL terhadap infrastruktur yang dikuasai ISIS di Provinsi Raqqa, Suriah. Itu merupakan serangan misil kapal selam Rusia pertama terhadap musuh sesungguhnya. [Did/Berbagai Sumber]

 

sam

No comment

Leave a Response