Unsoed Peduli Lombok

 

Matamatanews.com, PURWOKERTOAlief Einstein selaku Koordinator Sistem Informasi Unsoed (Universitas Soedirman) menjelaskan bahwa Tim Unsoed Peduli Lombok mengambil bagian pada fase pemulihan pasca bencana bekerja sama dengan LPPM UNRAM. "Trauma healing paling efektif bagi saudara-saudara kita yang terkena bencana, salah satunya  adalah kembali berlangsungnya kegiatan yang merupakan matapencaharian masyarakat. Kekhawatiran akan masa depan masa depan akibat bencana, menjadi tertepis oleh aktivitas produktif, " katanya. 

Mempertimbangkan hal tersebut, Unsoed Peduli Lombok melaksanakan berbagai program, di antaranya Alih Teknologi Varietas Unggul Padi Unsoed untuk Lombok Bangkit, pembangunan huntara/hunian sementara pada fase rehan-rekon, serta pemberian bantuan alat-alat pendidikan dan minat-bakat bagi generasi muda. Bantuan ini menyusul bantuan berupa tenda darurat untuk sekolah-sekolah, sembako, pakaian, serta alat ibadah yang telah disampaikan pada fase tanggap darurat.

Dyah Susanti selaku Sekretaris Pusat Penelitian Padi dan Kedelai LPPM Unsoed menjelaskan, Inpago Unsoed 1 menjelang panen. Padi andalan Unsoed yang dirakit oleh Prof. Dr. Ir. Suwarto, M.S. dan Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D. ini ditanam di tiga lokasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai bagian dari program Unsoed Peduli Lombok. Adapun 3 lokasi tersebut adalah Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Barat.

Menurut Dyah Susanti lagi, selain Inpago Unsoed 1, varietas unggul padi Inpari Unsoed 79 Agritan yang juga dirakit oleh pemulia dari Fakultas Pertanian Unsoed yaitu Ir. Suprayogi, M.Sc., Ph.D dan Dr. Ir. Noor Farid, M.S. Juga ditanam di demfarm (demonstration farm) pada tiga lokasi wilayah Provinsi NTB. Padi ini memiliki keunggulan berupa toleransi terhadap salinitas, sehingga sesuai ditanam di lahan pesisir pantai.*(hen/berbagai sumber)

 

sam

No comment

Leave a Response