Unsoed Gelar Kontes Robot Indonesia 2019 Region 3

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO—Koordinator Sistem Informasi Unsoed Alief Einstein mengungkapkan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)kembali menyelenggarakan Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 sebagai ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika.

KRI 2019 dilaksanakan bekerja sama dengan Perguruan Tinggi yang ditunjuk untuk menyelenggarakan Kontes Tingkat Regional dan Kontes Tingkat Nasional. Kontes Tingkat Regional akan diselenggarakan pada 4 (empat) wilayah Regional, yaitu: Regional 1 (area Sumatera), Regional 2 (area Jawa bagian barat, Kalimantan bagian barat, dan Sulawesi), Regional 3 (area Jawa bagianTengah, Kalimantan bagian timur dan selatan), dan Regional 4 (area Jawa bagian timur, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua).

"Tim terbaik pada Kontes Tingkat Regional akan diundang untuk ikut serta dalam Kontes Tingkat Nasional. Juara pertama KRAI Tingkat Nasional 2019 akan menjadi wakil Indonesia pada ABU Robocon 2019 di Mongolia. Juara pertama KRPAI Tingkat Nasional 2019 akan menjadi wakil Indonesia pada Trinity College International Robot Contest 2020 di Hartford, Connecticut, Amerika Serikat. Juara pertama KRSBI Humanoid Tingkat Nasional 2019 akan menjadi wakil Indonesia pada ROBOCUP 2020.  Untuk KRSTI dan KRSBI Beroda belum diatur afiliasi-nya, " ungkapnya.

Menurutnya, jadwal pelaksanaan Kontes Robot Indonesia 2019 adalah, Regional I (4-6 April 2019), Regional IV (21-23 April 2019), Regional III (26-27 April 2019), Regional II (2-4 Mei 2019) dan Nasional (19-23 Juni 2019).

Einstein mengungkapkan Kemenristekdikti menunjuk Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Jawa Tengah sebagai penyelenggara KRI Regional 3 tahun 2019 ini. Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional 3 tahun ini diselenggarakan pada tanggal 26 – 27 April 2019 di Auditorium Grha Widyatama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)Purwokerto, Jawa Tengah. Pagelaran nasional ini baru pertama kali terselenggara di eks Karesidenan Banyumas.

Peserta Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional 3 tahun 2019 meliputi 33 perguruan tinggi, sebagai berikut: Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta, Institut Teknologi Telkom Purwokerto, Politeknik Mekatronika Sanata Dharma, Politeknik Negeri Banjarmasin, Politeknik Negeri Cilacap, Politeknik Negeri Samarinda, Politeknik Negeri Semarang, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Amikom Yogyakarta, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Indonesia (UI), Jakarta, Universitas Islam Indonesia, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Universitas Jenderal Soedirman(Unsoed) Purwokerto, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, Universitas PGRI Semarang, Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret, Universitas Semarang, Universitas Tarumanagara, Universitas Teknologi Yogyakarta, dan Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Menurut Panitia Seksi Acara Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional 3 tahun 2019 Eko Murdyantoro Atmojo,ST,MT., robot – robot cerdas dan terampil akan bertanding dalam 5 (lima) macam kategori :

1. Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI), yaitu kompetisi pertandingan sepakbola antar tim robot. Setiap tim terdiri dari 2 robot penyerang dan 1 robot kiper. Ketiga robot tersebut akan berkoordinasi sebagai tim secara mandiri dan otomatis tanpa campur tangan manusia (tidak memakai remote control). Robot didesain menggunakan bermacam sensor dan sistem prosesor kendali untuk mengenali obyek berdasarkan bentuk, warna dan posisi untuk menavigasi diri. Robot diprogram melakukan strategi bertahan dan menyerang selayaknya permainan sepak bola. Oleh karena robot harus dapat melakukan beberapa gerakan, misalnya mencari bola, mengejar bola, mencari gawang lawan, menjaga gawang, merebut bola dari lawan, mengumpan bola dan mencetak gol. 

Ada dua kategori KRSBI, yaitu :

a. KRSBI-Beroda, kategori untuk robot-robot berpenggerak roda.

b. KRSBI-Humanoid, kategori untuk robot-robot berbentuk manusia/berkaki dua. 

2.  Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), yaitu menampilkan robot humanoid yang dapat menari diiringi musik berdasarkan gerakan seni tari dan budaya bangsa di Indonesia. Untuk tahun 2019 ini bertema Tari Jaipong. 

3. Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), yaitu kontes adu cepat robot berpenggerak kaki yang bekerja dengan misi menemukan dan memadamkan api lilin yang terletak di ruang-ruang tersembunyi. Robot harus dapat mendeteksi dimana posisi api dan kemudian mencari jalan agar sampai ke lokasi api. Robot akan menemui bermacam halangan dan jalan berliku untuk menyelesaikan misi.

4. Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), yaitu kontes adu cepat dan terampil dari robot beroda dan berkaki dengan tema khusus. Semua robot mengadopsi teknik artificial intelligent dan automasi dengan sensor kendali terkini.

 "Karena keterbatasan tempat, maka penonton terpaksa harus dibatasi sebanyak 1.000 orang. Oleh karena itu masyarakat yang ingin menonton harus datang sepagi mungkin agar kebagian tempat duduk.

Acara KRI 2019 ini merupakan gelaran yang dapat mengedukasi generasi muda untuk membuka wawasan tren teknologi robotika. Gelorakan generasi muda untuk perkembangan teknologi robotika cerdas terkini karya anak bangsa, " imbuhnya.*(hen/berbagai sumber)

 

sam

No comment

Leave a Response