Ulah Penambang Pasir, 20 Hektar tanah di Desa Majasem Tergerus Air sungai Klawing

 

Matamatanews.com, MAJASEMKeberadaan Sungai Klawing yang melintasi beberapa wilayah desa di Kab.Purbalingga, Jawa Tengah banyak memberikan manfaat bagi desa desa yang dilaluinya. Desa Majasem Kec. Kemangkon Kab. Purbalingga, adalah salah satu contohnya, keberadaan sungai Klawing telah memberikan banyak manfaat bagi para petani desa itu. 

Namun situasi berubah setelah puluhan penambang pasir melakukan eksploitasi selama bertahun tahun. Masyarakat desa Majasem merasa dirugikan dengan keberadaan penambang pasir tersebut. Menurut aktivis KPMD Indah Pamuji, aset tanah Desa Majasem seluas lebih kurang 20 Hektar hilang tergerus aliran sungai Klawing.

"Itu akibat ulah penambang galian C ilegal yang telah menggali pasir selama bertahun tahun. Kami bersama Pemdes, LKMD, KPMD dan BPD Desa Majasem telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk melakukan tindakan tegas kepada para penambang pasir. Tapi rupanya protes kami tidak didengar oleh mereka walaupun Polisi telah menyita peralatan mereka, " kata Indah Pamuji kepada Matamatanews. com.

"Kami khawatir kalau tidak ada tindakan dari pemerintah daerah maka tanah kas desa akan habis. Lebih parah lagi sampai ke tanah pemukiman warga, " imbuhnya.

Melihat kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut Kades Majasem Muldiarti didampingi LKMD,  Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) dan BPD melakukan survey ke tepi sungai Klawing guna memantau kondisi yang sebenarnya. Mereka berharap ada kebijakan dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan yang ada, salah satunya adalah pendirian paku bumi atau matras untuk mengurangi resiko hilangnya tanah akibat gerusan air sungai Klawing.(IP,hen)

 

sam

No comment

Leave a Response