UE Adopsi Reformasi Hak Cipta Timbulkan Kontroversi

 

Matamatanews.com, BRUSSELS – Negara-negara Uni Eropa (UE) pada Senin (15/4) mengadopsi reformasi peraturan hak cipta yang kontroversial karena langkah ini akan menguntungkan penerbit berita dan bisnis media, namun ditentang oleh perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat (AS) seperti Google.

“Negara-negara UE mengadopsi reformasi yang telah disepakati bulan lalu oleh Parlemen Eropa,” demikian pernyataan bersama negara-negara UE. “Peraturan baru ini menjamin terlaksananya perlindungan yang memadai bagi penulis dan artis, dan juga membuka peluang baru bagi mengakses dan membagi konten daring yang telah dilindungi hak cipta di seluruh wilayah UE,” imbuh mereka.

Menurut seorang narasumber di UE, negara Italia, Finlandia, Swedia, Luksemburg, Belanda, dan Polandia, menentang peraturan kontroversial soal reformasi hak cipta itu.

Reformasi hak cipta memang belum pernah diperbarui sejak 2001, masa dimana belum lahir YouTube maupun Facebook. Dukungan atas peraturan ini kembali menguat pada 2016 saat media sosial marak dan jadi sumber informasi sehari-hari warga di seluruh dunia.(s/KJ/AFP) 

sam

No comment

Leave a Response