Turki Kutuk Pembunuhan Warga Sipil Palestina

 

Matamatanews.com, ANKARA—Turki mengutuk keras pembunuhan orang-orang Palestina di Kota Gaza oleh pasukan keamanan Israel pada 30 Maret 2018 lalu. Ribuan orang Palestina  yang tengah berbaris di perbatasan  Gaza itu disapu peluru tentara Israel dalam sebuah unjuk rasa  terbesar sekaligus berdarah  hingga menewaskan 16 meregang nyawa dan puluhan lainnya terluka parah.

“ Kami mengecam keras serangan Israel terhadap warga sipil Palestina yang tidak berdaya yang menghadiri demonstrasi damai di Gaza,” kata Juru Bicara Presiden Turki Ibrahim Kalim dalam sebuah pernyataannya pada 30 maret 2018 lalu.

Kalin menambahkan , kekerasan sistematis yang meningkat  atas rakyat Palestina harus  segera dihentikan.  Ia juga menyerukan kepada komunitas internasional,terutama Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengambil tindakan. Sebelumnya, pada hari yang sama Kementerian Luar Negeri Turki juga menyatakan keprihatinannya atas kematian dan  korban yang mengalami cedera oleh tindakan kejam tentara Israel.

“ Israel harus segera menghentikan pengunaan kekuatannya yang hanya akan meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut,” katanya. “ Kami mengundang komunitas internasional untuk memenuhi tanggungjawabnya guna meyakinkan Israel agar menyerah  dari sikap bermusuhan,”tambahnya.

Seperti diketahui 30 Maret lalu ribuan warga  Palestina  mendesak pemerintah Israel untuk mengembalikan hak mereka yang dirampas negara  Zionis itu untuk dikembalikan.  Mereka berkumpul disepanjang perbatasan 65 km di jalur Kota Gaza dan mendirikan sejumlah tenda guna  melakukan aksi unjuk rasa yang berakhir tragis. Pihak militer Israel memperkirakan, warga sipil yang berjajar disepanjang perbatasan jalur Kota Gaza mencapai 30.000 orang.

Menurut militer Israel, mereka hanya menggunakan tembakan langsung kepada orang-orang yang berusaha menyabot pagar keamanan perbatasan, diantaranya yang menggelindingkan ban dan melempar batu. Tapi para saksi mata mengatakan bahwa  tindakan tentara militer negara Zionis itu  tidak terarah dan langsung main tembak terhadap para demonstran.

Para pejabat kesehatan Palestina mengatakan,bahwa pasukan Israel sebagian besar menggunakan peluru tajam, selain peluru karet dan gas air mata. Para saksi mata mengungkapkan bahwa militer negara Yahudi itu telah menempatkan pesawat  tak berawak disalah satu lokasi untuk menjatuhkan gas air  ke para  warga sipil yang tengah berunjuk rasa. Akibatnya, 16 orang warga sipil Palestina meregang nyawa  disamber peluru dan sisanya  mengalami luka-luka. (cam/hurriyet daily news/

No comment

Leave a Response