Tolak Hijab, Menyulut Api Di Arab Saudi

 

Matamatanews.com, RIYADH – Rabu (14/12/2016) seperti dilansir Daily Express, Ursula von der Leyen dan rombongannya tidak menggunakan hijab atau penutup kepala dan Abaya selama kunjungannya ke Arab Saudi. Menteri dari Jerman itu memicu amarah masyarakat di Arab Saudi dengan menolak menggunakan hijab selama berkunjung ke negara kerajaan tersebut.

Meski menolak menggunakan hijab, wanita yang menjabat Menteri Pertahanan Jerman sejak 2013 itu mengatakan bahwa ia tetap “menghormati” adat dan tradisi negara itu. Sedangkan berita yang diterbitkan oleh surat kabar Iran, Von der Leyen mengatakan, "Tidak ada perempuan di dalam rombongan saya yang akan diminta untuk memakai abaya.”

Von der Leyen juga menegaskan, hak untuk memilih pakaian bagi seseorang merupakan hak yang sama-sama dimiliki baik oleh laki-laki maupun perempuan. Setelah pertemuan dengan Wakil Putra Mahkota, Mohammed bin Salman al Saud, warga Arab Saudi riuh berkicau di Twitter untuk mengekspresikan kebencian mereka.

Von Der Leyen memakai setelan biru tua, sementara Mohammed mengenakan penutup kepala tradisional ghutrah. Pejabat Kedutaan Besar Jerman di Riyadh, Michael Ohnmacht dengan cepat mencoba untuk mengalihkan fokus perdebatan. Ohnmacht mengatakan, pembicaraan antara Mohammed dan Von der Leyen berfokus pada kerja sama dibeberapa bidang penting seperti pendidikan, pelatihan, pertahanan dan keamanan.

Sikap "tidak hormat" terhadap negara Teluk Arab itu terjadi beberapa hari setelah Kanselir Angela Merkel menyerukan larangan penggunaan burqa di tempat-tempat umum di Jerman. Angela Merkel, Hillary Clinton, Condoleeza Rice, dan mantan Ibu Negara Laura Bush, semua menolak untuk mengenakan jilbab ketika mereka berkunjung ke Arab Saudi. [Did/KMP/Berbagai Sumber]

No comment

Leave a Response