Terlalu, Israel Kecam Pertemuan PBB Terkait Unjuk Rasa Warga Palestina

 

Matamatanews.com,  JAKARTA—Rupanya pertemuan darurat yang dilakukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait serangan militer Israel terhadap para pengunjuk rasa warga Palestina dalam peringatan Great March of Return di Gaza dan Ramallah pada Jum’at pekan lalu mendapar reaksi keras negara Yahudi. Delegasi Israel untuk PBB Danny Danon  seperti dilansir SPNA dan Maannews , pada Selasa 3 Maret 2018 mengecam pertemuan tersebut.

Selain PBB, Kuwait juga mendapat kecaman serupa karena dianggap sebagai negara penggagas pertemuan dan dilakukan disaat warga Yahudi tengah melakukan Paskah. Danon mengatakan bahwa pertemuan itu sengaja digunakan untuk menyebarkan kebohongan di PBB.

“ Nggak aneh kalau Israel mengecam pertemuan tersebut karena baginya tidak menguntungkan,karena pelakunya dia sendiri. Dan mata dunia tidak bisa dikibuli, apa yang dilakukan pasukan Israel terhadap warga sipil Palestina dalam peringatan Great March of Return di Gaza sudah ngablak terpampang. Mereka bisa menyangkal seribu alasan tapi kamera dan para saksi mata tidak bisa dibungkam oleh kebenaran,” ujar Pengamat Dunia Islam dan Pegiat Bisnis Urusan Timur Tengah dan Eropa, Imbang Jaya kepada Matamatanews.com ketika mintai tanggapannya.

Sebenarnya kata Imbang, pihak Israel geram mengapa hanya negaranya saja yang disalahkan sementara Hamas yang dicurigai mengaorganisir pawai tersebut tidak dikecam oleh PBB dan negara-negara muslim lainnya. Israel hanya bisa bermain dengan azas praduga dan fitnah sepihak, dan sejarah membuktikan setiap proses perdamaian digelar , negara Yahudi tersebut tidak pernah menerima saran maupun kritik dari manapun termasuk PBB.

Dan pemerintah Isrel seharusnya mafhum bahwa warga Palestina setiap tanggal 30 Maret memperingati “Great March of Return” untuk mengenang peristiwa terbunuhnya 6 warga Palestina dalam aksi protes terhadap pengusiran warga dan pencaplokan wilayah Palestina oleh Zionis pada 30 Maret 1976 silam.

“ Dari peristiwa itu seharusnya pemerintah Israel mengerti dan tahu bahwa warga Palestina tidak melupakan kisah suram  terbunuhnya 6 warga Palestina oleh tentara Israel pada tahun 1976. Dan warga Palestina menjadikan setiap tanggal 30 Maret sebagai hari  Great March of Return, dimana pengusiran dan perampasan tanah mereka dilakukan pemerintah Israel,” lanjut Imbang.

Kecaman Israel terhadap PBB sebenarnya didasari atas  ketidaksenangan saja, karena mereka  menganggap  Hamas telah membiayai pawai  para demonstran sekaligus mengorganisirnya hingga terjadi tindak kekerasan di Gaza pada pekan lalu. Selain itu, kini negara Zionis itu tampaknya tengah giat memprovokasi sejumlah negara untuk menyalahkan Hamas dan PBB  atas peristiwa penembakan 30 Maret 2018 lalu hingga 17 warga sipil Palestina meregang nyawa dan 1500 lainnya mengalami luka parah. (cam)

 

No comment

Leave a Response