Teguh "Prawita Garden" Menyulap Pembuangan Sampah Menjadi Lahan Budidaya Tanaman Langka

 

Matamatanews.com, GUMELAR—Nama Desa Darmakradenan mungkin masih asing di telinga kita, namun bagi pecinta tanaman langka serta peternak lebah Klanceng nama desa itu tidaklah asing bagi mereka. Desa ini berada di perbukitan kapur berlokasi di Kecamatan Gumelar Kab. Banyumas atau sebelah barat daya Kota Ajibarang.

Salah seorang warga Desa Darmakradenan, Teguh menjadi sosok yang sering diperbincangkan bagi para hobies tanaman langka dan lebah Klanceng, karena dialah yang selama ini begitu getol membudidayakan keduanya di wilayah Jawa Tengah. Tidak heran jika di sekitar rumah guru di salah satu sekolah di Ajibarang ini akan dijumpai ratusan bibit tanaman langka berbagai jenis yang jarang kita jumpai.

"Di tempat inilah saya membudidayakan 67 jenis tanaman langka dari yang masih kecil sampai yang tengah berbuah. Itupun saya lakukan setelah pulang mengajar hingga malam hari, " kata Teguh kepada Matamatanews.com, Senin (10/6/2019) sore.

Ada yang menarik di lokasi pembibitan ini, dulunya adalah tempat pembuangan sampah bagi warga sekitar. " Butuh waktu 6 bulan untuk menata tempat ini, dan butuh biaya yang lumayan besar.

Tapi semuanya terbayar sudah, budidaya tawon klancengnya berkembang, bibit tanamannya juga menjadi buruan para kolektor, " ungkapnya bangga.Teguh menuturkan, kerja kerasnya selama ini ingin ia tularkan ke pemuda desa setempat. Tidak mudah memang mencari orang yang mau diajak untuk bergelut di bisnis yang menjajikan ini.

"Ada 500 orang pemuda desa ini yang akan kita rangkul, kita beri motivasi serta teknik cara beternak lebah dan bertanam, saya relakan tempat saya untuk poskonya. Dari jumlah tersebut ada 10 orang yang bisa berhasil, maka saya anggap berhasil, " ungkapnya.

"Kami juga siap memberikan pelatihan bagi masyarakat yang ingin berbisnis ini. Bulan depan kami juga menerima Mahasiswa Unsoed yang tengah PKL, makanya kami sedang sibuk mempersiapkan sarananya, " imbuhnya. *(hen)

 

sam

No comment

Leave a Response