Pemberontak Syi’ah Houthi Mundur dari Laut Merah

 

Matamatanews.com,YAMAN—Kelompok pemberontak Syi’ah Houthi dikabarkan mundur dari tiga pelabuhan di Laut Merah, ungkap juru bicara pasukan gabungan pemerintah  Waddah Dubaish  seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (14/5/2019) lalu, termasuk  dari Pelabuhan Al- Hudaydah yang strategis. Dubaish mengatakan bahwa Kepala Komite Koordinasi Penempatan Kembali PBB Michael Lollesgaard telah mengirim pernyataan kepada pemerintah Yaman  yang isinya memberitahukan bahwa kelompok pemberontak Syi’ah Houthi dipastikan telah mundur dari pelabuhan Al-Hudaydah, Salif dan Ras Isa.

Prosesnya dimulai pada 11 Mei di bawah pengawasan PBB

Seperti diketahui keberadaan Pelabuhan Al-Hudaydah  bagi Yaman bukan saja strategis, tapi juga menjadi gerbang utama untuk bantuan kemanusiaan yang masuk melalui pelabuhan tersebut dan bantuan yang m asuk 80 hingga 90 persen adalah makanan.

- Perjanjian Stockholm

Selama negosiasi yang diadakan 6-13 Desember tahun lalu di Stockholm, Swedia, pihak-pihak yang bertikai Yaman membuat perjanjian mengenai provinsi Taiz, pelabuhan, gencatan senjata di Al-Hudaydah dan pertukaran tahanan.

Yaman telah dilanda oleh kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota, Sanaa. Krisis meningkat pada tahun 2015 ketika koalisi militer pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara yang menghancurkan yang bertujuan untuk menggulung kembali keuntungan teritorial Houthi.

Sejak itu, puluhan ribu warga Yaman, termasuk warga sipil, diyakini telah tewas dalam konflik itu sementara 14 juta lainnya berisiko kelaparan, menurut PBB.

Menurut angka-angka PBB, Yaman menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan lebih dari 10 juta orang terdorong ke ambang kelaparan. Lebih dari 22 juta orang di Yaman sangat membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan. (s/aa)

 

sam

No comment

Leave a Response