Inggris Terpaksa Tunda Bantuan Militernya ke Myanmar

 

Matamatanews.com, LONDON—Masih masifnya kekerasan dan kekejaman terhadap etnis Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine oleh tentara Myanmar, akhirnya pemerintah Inggris memutuskan menunda bantuan keuangan militernya ke Myanmar.

Seperti dilaporkan BBC pada,Selasa (19/9/2017) bahwa Kementerian Pertahanan Inggris telah menangguhkankan dana sebesar 300.000 poundsterling per tahun hingga situasi di Myanmar, terutama di Rakhine bisa diatasi. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk pendidikan militer Myanmar.

“Mengingat kekerasan yang sedang berlangsung  dan keprihatinan mendalam kami tentang pelanggaran hak asasi manusia yang sedang terjadi, kami telah memutuskan untuk menangguhkan pelatihan pendidikan yang diberikan kepada militer Birma sampai ada resolusi yang dapat diterima atas situasi saat ini. ”

Sebelumnya, pemimpin de facto Myanmar, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi, mengatakan bahwa tidak ada konflik  di wilayah tersebut sejak 5 September dan tidak ada operasi pembersihan selama dua minggu.

Namun wartawan BBC Jonathan Head, yang melaporkan dari negara tetangga Bangladesh, mengatakan bahwa dia telah melihat sebuah desa dibakar pada  7 September, dan kolom asap menunjukkan bahwa daerah lain telah mengalami nasib yang sama.

Suu Kyi mendapat kecaman keras dari ketua PBB Antonio Guterres, yang mengatakan bahwa dia memiliki “kesempatan terakhir” untuk menghentikan serangan militer. Berbicara kepada program HARDtalk BBC, Sekretaris Jenderal PBB mengatakan bahwa jelas militer Myanmar “masih berada di atas angin” di negara tersebut.

Sementara Kepala Hak Asasi Manusia PBB Zeid Raad Al Hussein mengatakan pada  19 September bahwa operasi keamanan “adalah contoh jelas tentang pembersihan etnis”, dan menyerukan diakhirinya operasi militer yang kejam. (icam/military/jt/berbagai sumber)

 

 

 

 

No comment

Leave a Response